Workaholik – Semangat bekerja dan kecanduan kadang-kadang sulit untuk dibedakan, terutama ketika Anda sering bekerja lagi di rumah setelahnya. Peneliti dari Universitas of Bergen melakukan survei kepada ribuan orang di Norwegia untuk mempelajari beberapa jenis kecanduan kerja.

frog-1339892_1920

Apa Itu Workaholisme?

Penelitian tersebut menemukan bahwa 7,8% responden dapat diklasifikasikan sebagai pecandu kerja. Hal ini berarti bahwa orang-orang ini menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja, bekerja untuk mengurangi perasaan bersalah dan kecemasan, dan melupakanhobi dan olahraga karena pekerjaan.

Hubungan Workaholisme dan ADHD

Para peneliti menganalisis tanggapan dari 16.426 orang dewasa yang bekerja antara usia 16 dan 75 tahun yang mewakili berbagai latar belakang sosial ekonomi. Mereka juga menemukan bahwa 32,7% dari pecandu kerja memenuhi kriteria untuk ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder dibandingkan dengan 12,7% dari non-pecandu kerja. Hal ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara kecanduan kerja dan ADHD.

 

Gangguan Kepribadian Akibat Kecanduan Kerja

  1. ADHD – Andreassen, salah satu peneliti, menjelaskan bagaimana ADHD biasanya membuat individu menjadi tidak perhatian, impulsif, dan / atau hiperaktif. Belum ada banyak pengetahuan tentang ADHD pada orang dewasa karena banyak yang berpikir bahwa ADHD hanya bisa terjadi pada anak-anak miliki dan akan sembuh ketika dewasa. Ternyata, beberapa orang dewasa yang mencari pekerjaan yang terlalu menantang beresiko  memiliki ADHD. Diantara gejalanya adalah bekerja di akhir pekan dan lembur setelah rekan kerja yang lain sudah pulang,
  2. OCD – Penelitian ini juga menemukan hubungan antara gila kerja dan gangguan obsesif-kompulsif atau OCD, dengan sekitar seperempat pecandu kerja memenuhi kriteria OCD.
  3. Kecemasan dan depresi – Gangguan ini juga bisa dialami pencandu kerja, dengan sekitar sepertiga dari pecandu kerja cenderung mengalami kecemasan dan 8,9% dari pecandu kerja memenuhi kriteria depresi.

Yang perlu digaris bawahi adalah, temuan ini tidak mengukur efek jangka panjang. Berarti segala gangguan yang terjadi, termasuk kecanduan kerja itu sendiri, dapat berubah keesokan harinya.

Namun, dapat digambarkan bahwa orang dengan ADHD bisa sangat kreatif, sangat berbakat, sangat cerdas dan benar-benar mengambil pekerjaan yang ekstrim ketika dewasa. Dan jika Anda melihat orang dalam sejarah dengan ciri-ciri tersebut, Anda akan menemukan mereka sebagai pemimpin bisnis, sebagai seniman, ilmuwan dan sebagainya.

Penelitian ini tidak hanya menyoroti beberapa realitas yang kurang terkenal dari kecanduan. Semoga saja dapat memberikan orang kesempatan untuk mengetahui apakah pekerjaan mereka layak dibawa pulang hingga melupakan keluarga atau tidak. By: Mirza Miranti