Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak Dalam KeluargaCara bijak memberi hukuman pada anak – Memberi hukuman pada anak memiliki sebuah dampak yang bak 2 mata sisi pisau yang berlawanan. Ia dapat menjadi sebuah kebaikan jika diterapkan, namun tak jarang pula hukuman menjadi sebuah blunder fatal jika diterapkan.

Namun sisi buruk dalam sebuah penerapan hukuman pada anak dapat di minimalisir akibatnya, jika orang tua cerdas dalam memberikan hukuman tersebut. Cara bijak memberi hukuman pada anak dalam keluarga penting sekali untuk mulai di carikan formulasinya, agar dengan formulasi tersebut nantinya anak akan lebih mampu menyadari kesalahan yang dilakukan, sekaligus memberikan anak berkembang mengevaluasi kesalahan yang telah dilakukan.

Banyak yang abai terhadap masalah memberikan hukuman atau sanksi pada anak. Terkadang orang tua lebih mengedepankan ego dan amarah, ketimbang memperbaiki substansi kesalahan yang dilakukan oleh anak itu sendiri.

Maka bukan suatu hal yang mengherankan jika saat ini, kita mendengar kasus kekerasan terhadap anak, yang muaranya dikarenakan orang tua kesal pada kesalahan yang telah dilakukan anak.

Untuk menyelamatkan anak dari kasus kekerasan tersebut, berikut akan dirangkum 10 Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak Dalam Keluarga.

10 Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak

  1. Tidak Boleh Dalam Keadaan Marah

Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak Dalam Keluarga

Mungkin anda bukanlah malaikat yang mampu bersabar atas segala kesalahan yang diperbuat oleh anak. Namun cobalah saat anda hendak menghukum kesalahan sang anak, untuk mengkesampingkan amarah yang tengah merasuki diri anda. Karena menghukum dengan keadaan marah, hanya akan membuat anda bertindak gegabah hingga berpotensi mengedepankan kekerasan, tanpa memberikan pembelajaran dan pendidikan pada anak.

Jika hal tersebut selalu di budayakan, maka jangan heran jika nantinya anak menjadi pribadi yang emosional dan minus empati pemakluman kesalahan kecil yang dilakukan oleh orang lain.

  1. Jangan Bertujuan Membalas Dendam

Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak Dalam Keluarga

Ingat tujuan anda menghukum anak anda. Luruskan niat, bahwasanya hukuman yang ditujukan pada anak semata-mata untuk memberikan pembelajaran dan pendidikan baginya, agar dapat menyadari kesalahan yang telah ia lakukan.

Hindari motif-motif membalas dendam dalam penghukuman terhadap anak, misalnya saja si kakak memukul si adik. Maka kita tak dapat meminta si adik untuk membalas memukul atau kita sendiri yang memukulnya sebagai sebuah hukuman. Menghukum bukanlah sebuah transaksi hutang yang harus di bayar secara impas.

  1. Hukuman Tak Boleh Mempermalukan

Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak Dalam Keluarga

Hindari perbuatan yang menghukum anak di depan publik tertuama di depan teman-temannya. Dengan menghukum di depan publik atau teman-temannya hanya akan membuat ia terbully di kemudian hari. Atau menganggap bahwa mempermalukan orang lain atas kesalahannya adalah hal yang lumrah terjadi.

Jika anda melihat fenomena kritik yang terkesan mempermalukan seseorang di ruang publik macam gosip media, pemberitaan yang menjadi viral di media sosial, hingga media lainnya seperti saat ini terjadi, maka dapat dicurigai bahwa bangsa ini sedang mengalami krisis gaya pengasuhan keluarga. karena pelaku kritik tersebut bisa jadi akibat dari masa kecilnya sering di hukum dan di permalukan di depan public oleh orang tuanya.

  1. Hukuman Harus Memiliki Keterkaitan Dengan Kesalahannya

Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak Dalam Keluarga

Hukumlah anak anda, namun hukuman tersebut masih memiliki korelasi dengan kesalahan yang telah ia perbuat. Misalkan saja anak mengotori dapur karena bermain masak-masakan, maka hukumlah anak dengan memintanya untuk membersihkan, apa yang telah ia perbuat. Dengan begitu anak diajarkan sebuah tanggung jawab, tanpa membatasi kreativitasnya.

  1. Pisahkan Antara Sikap Menyimpang & Kepribadian Anak

Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak Dalam Keluarga

Yang perlu untuk disadari oleh para orang tua adalah cara memberikan hukuman itu sendiri. Hukuman akan menjadi blunder, jika disertai dengan melakukan penghakiman akan kepribadian yang di labelkan pada anak.

Misalkan saja anak tak sengaja mencoret-coret dinding, lalu anda memarahinya dan membentak dengan kata-kata “dasar anak “nakal” ini bocah”. Kata-kata nakal tersebut adalah salah satu penghakiman dengan lebel. Inilah yang harus anda hindari.

  1. Menimbang Sebab & Pemberian Akibat Sanksi

Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak Dalam Keluarga

Jangan memberikan hukuman secara spontan atau reaktif. Berikanlah respon sesaat setelah anda memperhatikan keadaan dan juga sikap anak. Dengan begitu anda memberikan kesempatan anak untuk menyadari kesalahan yang ia perbuat.

  1. Ajari Anak Memahami Kesalahan Dari Perilakunya

Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak Dalam Keluarga

Ajari anak untuk mengidentifikasi beberapa hal yang mereka belum pahami, bahwasanya hal tersebut merupakan perilaku yang menyimpang.

  1. Sesuai Kadar Kesalahan

Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak Dalam Keluarga

Berikanlah hukuman sesuai dengan besar kecilnya perilaku menyimpang dari anak, misalkan saja anak belum cuci tangan maka mereka tidak diizinkan untuk menyentuh makanan.

  1. Sanksi Harus Cukup Signifikan

Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak Dalam Keluarga

Terkadang sanksi haruslah dapat memberikan sebuah dampak yang cukup signifikan. Misalkan saja anak terlalu lama menonton televisi. Hukuman tak boleh nonton seperti menonton TV selama seminggu cukup memberikannya sebuah shock terapi pada anak.

  1. Sanksi Terapan Harus Konsisten Dilakukan

Cara Bijak Memberi Hukuman Pada Anak Dalam Keluarga

Kalaupun suatu saat kita menerapkan aturan seperti “Kamu tidak boleh nonton TV sebelum mengerjakan PR”, maka berilah penegasan tersebut dalam kondisi apapun.

Itulah beberapa hal yang dapat kita terapkan dalam rangka memberikan formulasi cara bijak memberi hukuman pada anak dalam keluarga, semoga dengan formulasi yang telah diberikan, akan dapat membawah sebuah dampak dan perubahan bagi metode parenting style keluarga di Indonesia. By: Muhamad Fadhol Tamimy