Bentuk Hubungan Interpersonal Dalam Interaksi Manusia Sehari-HariHubungan interpersonal merupakan suatu hubungan antar individu satu dengan individu lainnya. Hubungan interpersonal erat sekali kaitannya dengan interaksi sosial, dimana masing-masing individu melakukan interaksi antar sesamanya. Interaksi sosial, menurut Mar’at (1982) adalah suatu proses dimana individu memperhatikan dan merespons individu lainnya, sehingga mendapatkan balasan suatu tingkah laku tertentu. Bentuk hubungan interpersonal memiliki khas tersendiri dalam beragam reaksinya.

Reaksi ini akan muncul dan menandakan bahwa individu memperhatikan kita sebagai pemberi stimulus interaksi sosial tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat suatu bentuk hubungan yang kita alami, baik itu secara sadar maupun tidak sadar. Levinger dan Snoek (1992) mengatakan dalam melakukan hubungan interpersonal, terdapat beberapa bentuk hubungan yang muncul dalam interaksi sosial antar individu. Berikut ini adalah bentuk hubungan interpersonal dalam interaksi sosial yang kita lakukan sehari-hari :

Bentuk Hubungan Interpersonal

  1. Zero Contact

Bentuk hubungan interpersonal yang pertama adalah zero contact. Bentuk hubungan interpersonal ini mengacu pada kondisi dimana dua atau lebih individu tidak saling mengenal sama sekali, namun bisa saling mengamati.

Misalnya saja, Adit dan Rani berpapasan di peron stasiun. Adit dan Rani sama-sama saling mengamati dan melihat, namun keduanya tidak saling mengenal, dan tidak saling bertegur sapa. Zero contact ini merupakan hubungan interpersonal yang akan banyak anda temui, terutama apabila anda sering berpergian menggunakan kendaraan umum.

  1. Saling Menyadari

Bentuk hubungan interpersonal yang kedua adalah bentuk menyadari. Dalam bentuk ini, seseorang mendapatkan kesan-kesan tertentu dari orang lain. Misalnya orang itu baik, jahat, pemalu, pendiam, memiliki hobi dan minat yang sama.

Namun demikian, dalam tahap ini, anda belum melakukan interaksi sosial secara langsung. Pada tahap ini, anda hanya akan memunculkan inisiatif untuk memulai interaksi sosial, seperti mengobrol.

Bentuk interaksi sosial ini bisa anda temui ketika anda berada di dalam situasi yang memungkinkan anda bertemu dengan orang baru dalam waktu yang cukup lama, misalnya di dalam ruang tunggu rumah sakit.

  1. Kontak permukaan

Bentuk hubungan interpersonal berikutnya adalah kontak permukaan. Anda mungkin mengenal bentuk hubungan ini sebagai basa basi, dimana dua orang atau lebih mulai menyadari untuk mengangkat suatu topik ringan dalam berinteraksi. Misalnya menanyakan kabar, atau bertanya arah, dan sebagainya. Interaksi sosial sudah terjalin, dan terjadi respon timbal balik, namun tidak dalam, hanya sebatas basa basi saja. Berbeda dengan dua bentuk sebelumnya.

  1. Mutualitas

Bentuk hubungan interpersonal berikutnya adalah hubungan yang berbentuk mutualitas. Dalam bentuk hubungan mutualitas ini, masing-masing orang akan saling terkait, dan mulai “nyambung” obrolannya.  Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mengatakan bahwa hubungan interpersonal yang terjalin adalah bentuk hubungan interpersonal mutualitas, yaitu :

  • Terdapat interaksi sosial yang berkelanjutan, dan memiliki frekuensi yang tinggi (misalnya terus berinteraksi selama beberapa jam, atau beberapa hari dan bulan).
  • Bentuk hubungan interpersonal yang muncul dapat melibatkan berbagai macam bentuk kejadian dan peristiwa, misalnya sama-sama mengikuti kegiatan tertentu, pergi ke suatu tempat bersama menggunakan angkutan umum, dan sebagainya.
  • Terakhir, hubungan interpersonal harus saling mempengaruhi secara kuat antar individu. hal ini juga akan memunculkan emosi yang kuat antar individu.

Itulah beberapa bentuk dari hubungan interpersonal yang seringkali kita lakoni di berbagai kegiatan kita sehari-hari. Bagaimana? Anda lebih banyak melakukan bentuk hubungan interpersonal yang mana? By: Eduardus Pambudi


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia