Bentuk - Bentuk Konflik Yang Sering Anda Alami Dan Harus Anda KetahuiBentuk – Bentuk Konflik. Anda tentu pernah mendengar istilah konflik bukan? Dan juga anda pasti seringkali mengalami berbagai macam konflik di dalam hidup anda. Konflik seringkali muncul ketika seseorang dihadapkan pada dua atau lebih situasi, dimana seseorang harus memilih salah satu dari dua atau lebih situasi tersebut. Konflik bisa jadi salah satu hal yang menyebabkan seseorang merasa bingung, bahkan mengalami stress karena tidak mampu untuk melakukan penyelesaian, dan bisa jadi seseorang salah untuk mengambil keputusan dalam menyelesaikan konflik.

Bentuk – Bentuk Konflik Yang Sering Anda Alami Dan Harus Anda Ketahui

Konflik sendiri memiliki beberapa bentuk. Berdasarkan teori mengenai social conflict, yaitu konflik pada situasi – situasi sosial, ada 3 bentuk konflik yang seringkali menjadi penghalang anda dalam melakukan sesuatu. Berikut ini adalah ke 3 bentuk – bentuk konflik tersebut :

  1. Approach – approach conflict

Merupakan bentuk konflik yang cukup membingungkan setiap orang. Dua situasi atau lebih yang muncul memiliki sifat yang positif, namun harus memilih salah satu. Konflik ini terjadi ketika seseorang dihadapkan pada dua atau lebih situasi yang disenangi (yang bersifat positif).

Misalnya si Ani pada hari Jumat ada rencana berjalan jalan dengan pasangannya, namun di hari yang sama, Keluarga Ani mengajak pergi berlibur ke luar kota. Dua situasi ini disebut dengan situasi yang arahnya positif, yaitu situasi yang disenangi oleh Ani. Dari konflik yang muncul, Ani harus memilih salah satu dari situasi yang ada untuk bisa menghadapi konflik yang dialaminya.

  1. Approach – Avoidant Conflict

Konflik berikutnya sangatlah mudah untuk diatasi. Konflik ini menghadirkan dua situasi atau lebih, dimana satu situasi adalah situasi yang arahnya positif (menyenangkan), sedangkan situasi lainnya merupakan situasi yang arahnya negatif (tidak menyenangkan, dan tidak disukai). Hampir pasti, setiap orang yang mengalami konflik Approach Avoidant ini akan memilih situasi yang menyenangkan, atau yang arahnya positif dalam menghadapinya.

Contoh dari approach – avoidant conflict ini adalah si Adi yang diajak bermain bersama dengan temannya, di saat harus mengerjakan PR yang sangat banyak. Maka, untuk menghadapi konflik ini, dengan mudah Adi akan memilih situasi yang menyenangkan untuk dirinya, yaitu memilih bermain bersama dengan teman – temannya.

  1. Avoidant – Avoidant Conflict

Merupakan bentuk konflik yang mungkin paling menyebalkan diantara jenis atau bentuk konflik sosial lainnya. Avoidant – avoidant conflict menghadirkan dua atau lebih situasi yang tidak menyenangkan, atau yang arahnya negatif, namun harus tetap dipilih salah satunya.

Misalnya adalah, Rani harus memilih antara belajar untuk ujian, atau membantu orangtuanya membersihkan rumah dan gudang. Kedua situasi ini sama – sama tidak disukai oleh Rani, namun Rani tetap harus memilih salah satu situasi untuk bisa meredakan konflik yang muncul.

Konflik – konflik yang muncul banyak dipengaruhi oleh faktor subjektif, yang artinya tidak semua situasi berlaku sama bagi tiap – tiap orang. Misalnya, mengerjakan PR mungkin menjadi situasi yang tidak menyenangkan dan memiliki arah yang negatif, bagi sebagian orang. Namun banyak juga orang yang menganggap bahwa belajar dan mengerjakan PR adalah situasi yang menyenangkan.

Jadi, apakah anda sudah bisa melihat situasi – situasi apa yang sering anda hadapi, dan bentuk – bentuk konflik apa sajakah yang sering anda alami?

By : Eduardus Pambudi