Benarkah Saya Mengidap ADHD ?Gejala ADHD memiliki sebuah ciri, biasanya anak dengan kecendrungan ADHD terkadang terlihat gelisah, terkadang bertindak tanpa berpikir, terkadang dapat terlihat melamun. Saat hiperaktifitas anak, distraktibilitas, konsentrasi yang kurang, atau impulsivitas mulai berpengaruh pada penampilan anak di sekolah, hubungan sosial dengan anak lain, atau perilaku anak di rumah maka terjadinya ADHD dapat diperkirakan. Oleh karena gejalanya bervariasi pada tempat yang berbeda, maka ADHD sulit didiagnosis terutama bila inatensi menjadi gejala utamanya.

Anak yang hiperaktif biasanya akan terus bergerak. Mereka suka menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya, menyentuh atau bermain dengan apa saja yang dilihatnya, atau bicara tanpa henti. Anak tersebut menjadi sangat sulit untuk duduk diam saat makan ataupun di sekolah. Mereka suka menggeliat dan gelisah di tempat duduknya atau suka mengelilingi kamar. Mereka juga suka menggoyang-goyangkan kakinya, menyentuh segala sesuatu, atau membuat keributan dengan mengetuk-ketukan pensilnya. Sedangkan remaja atau orang dewasa yang hiperaktif lebih sering merasakan kegelisahan dalam dirinya. Mereka sering memilih untuk tetap sibuk dan melalukan banyak hal dalam waktu yang bersamaan.

Anak yang impulsif terlihat tidak mampu berpikir sebelum bertindak, sering mengatakan sesuatu yang tidak sesuai tanpa dipikirkan dahulu, memperlihatkan emosinya tanpa mampu mengendalikannya. Impulsivitas ini membuat anak sulit menunggu sesuatu yang mereka inginkan atau menunggu giliran untuk bermain. Mereka dapat merampas mainan dari anak lainnya atau memukul anak lain saat mereka kalah. Pada remaja dan dewasa, mereka lebih memilih mengerjakan sesuatu dengan segera walaupun gajinya kecil dibandingkan melakukan sesuatu dengan gaji besar namun penghargaan yang diterimanya tidak segera didapat.

Anak dengan tipe inatensi susah memusatkan perhatiannya pada satu hal, perhatiannya mudah beralih pada suara-suara yang didengarnya atau apa saja yang dilihatnya, dan mudah bosan dengan tugasnya setelah beberapa menit. Bila mereka melakukan sesuatu yang sangat disukainya, mereka tidak kesulitan dalam memusatkan perhatian. Tetapi pemusatan perhatian yang disengaja, perhatian untuk mengatur dan melengkapi tugas atau belajar sesuatu yang baru sangatlah sulit. Anak-anak tersebut sering lupa mengerjakan pekerjaan rumahnya atau meninggalkan tugasnya di sekolah. Mereka juga sering lupa membawa buku atau salah membawa buku. Bila pekerjaan rumahnya sudah selesai, biasanya banyak sekali kesalahan dan bekas hapusan. Adanya pekerjaan rumah sering disertai frustasi baik pada anak maupun pada orang tua anak tersebut. Anak tipe ini juga jarang sekali dapat mengikuti perintah, sering kehilangan barang seperti mainan, pensil, buku, dan alat-alat untuk mengerjakan tugas; mudah beralih dari aktivitas yang belum diselesaikannya ke aktivitas lainnya.

Anak dengan tipe dominan inatensi sering terlihat melamun, mudah bingung, bergerak lambat, dan letargis. Mereka sulit memproses suatu informasi secara cepat dan akurat dibandingkan anak-anak lain. Saat gurunya memberikan perintah langsung maupun tertulis, anak-anak tipe ini membutuhkan waktu yang lama untuk mengerti apa yang harus mereka lakukan dan mereka seringkali membuat kesalahan. Walaupun anak terlihat dapat duduk diam, tidak mengacau, dan bahkan terlihat serius bekerja namun sesungguhnya anak-anak ini tidak mengerti sepenuhnya apa tugasnya. Anak tipe ini tidak memiliki masalah sosial.

Dari beberapa hal penjabaran di atas tersebut ada beberapa hal yang memang telah sesuai dengan apa yang anda alami saat ini. Keluhan anda seperti pada “saya itu overthinker,mudah gelisah, tidak sabaran, tidak teroganisir, ruangan saya tidak pernah rapi, susah fokus, gampang sekali beralih hobi, susah menyelesaikan sebuah tugas, saya tidak suka aturan, bahkan cenderung membencinya, memiliki mood swing yang parah, pelupa akut, dan orang-orang disekitar saya selalu menganggap saya sebagai pemalas, padahal saya merasa sudah bekerja keras. dalam sebuah percakapan terkadang tiba-tiba saya ngeblank, saya mendengar apa yang dibicarakan tapi makna dari percakapan itu tidak sampai ke otak saya.saya”  Meskipun anda belum mengungkapkan berapa lama hal tersebut telah terjadi, karena dalam penegakan diagnosis DSM minimal seseorang mengalami ADHD haruslah sekitar 6 bulan lamanya minimal ada 6 gejala gangguan pemusatan perhatian untuk waktu minimal 6 bulan dan didapat kurang dari 6 gejala hiperaktivitas/Implusivitas/ atau campuran. Namun dari apa yang anda katakana telah tersirat seperti apa yang anda katakana sebelumnya telah mengalaminya semenjak SMP disamping anda memiliki traumatis masalalu seperti  “saya pernah mengalami migrain hebat ketika saya SMP, hal ini disebabkan karena saya stress dibully oleh teman-teman saya, dan migrain tersebut sangat sering terjadi dari saya kelas 2-3 SMP”

Ada sebuah terapi yang dapat diambil yaitu dengan cara pengobatan maupun terapi perilaku. Terapi yang dimaksud di sini berupa terapi medikamentosa, terapi perilaku, terapi gabungan medikamentosa dan perilaku, serta edukasi keluarga mengenai ADHD. namun memang dalam proses pelaksanaannya, sebaiknya anda dibimbing oleh professional secara langsung seperti psikolog, maupun psikiater terdekat. Karena bimbingan secara langsung akan mudah terarah dan di pantau perkembangannya.

Psikologi Mania

Back