Benarkah Ilmu Psikologi Adalah Ilmu Cara Membaca Pikiran Orang? Cara membaca pikiran orang – Banyak yang bertanya, bagaimana cara membaca pikiran orang, dan banyak yang menjawab bahwa mereka yang kuliah di jurusan psikologi pasti tahu bagaimana cara membaca pikiran orang. Apakah hal ini benar? Apa iya psikologi merupakan ilmu yang mengerti bagaimana cara membaca pikiran orang?

Selain itu tak sedikit pula mereka yang memiliki teman yang kebetulan kuliah di jurusan psikologi di “pergunakan” untuk membaca kepribadian berdasarkan foto pasangan mereka yang di sinyalir tengah mendua. Dan sebagai anak psikologi tentu tak sedikit pula yang akhrinya dari foto tersebut, menerawang – nerawang ala paranormal yang sebenarnya tidaklah ilmiah sama sekali prediksinya.

Mungkin bagi mereka mahasiswa yang learning by doing dan telah mengikuti magang di biro-biro psikologi tempat dosennya memiliki biro hal tersebut, mungkin saja dapat “sedikit” banyaknya memprediksi bagaimana karakter seseorang. Namun itu semua hanyalah “sedikit” kemampuan yang bisa saja lebih banyak salahnya. Terkecuali membaca kepribadian setelah sebelumnya di tes menggunakan alat tes psikologi yang valid, dan kemampuan observasi yang setingkat professional. Dan kemampuan setingkat professional psikolog hanya dapat di miliki jika telah memiliki jam terbang yang tinggi.

Benarkah Ilmu Psikologi Selalu Berhhubungan dengan Pelajaran Cara Membaca Pikiran Orang?

Sebelumnya, kita harus tahu terlebih dahulu sebenarnya apa itu arti dari psikologi sendiri. Psikologi sendiri awalnya berasal dari psyche dan logos, yang berarti ilmu kejiwaan. Saat ini, secara harafiah psikologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia. Dimana ada manusia, maka disitulah ilmu psikologi hadir.

Akan tetapi, apakah betul sebuah ilmu yang mempelajari manusia mampu memberikan kontribusi berupa cara membaca pikiran orang? Perlu kita ketahui, meskipun mempelajari seluk beluk perilaku dan juga bagian mental manusia secara mendalam, psikologi bukanlah ilmu membaca pikiran orang semata. Namun, mungkin ada satu bagian (pecahan) dari disiplin ilmu psikologi yang bisa menjelaskan hal tersebut, yaitu Parapsikologi.

Parapsikologi seringkali dikenal dengan campuran antara ilmu psikologi dengan ilmu supranatural, yang tidak semua orang memiliki.

Terdapat kemampuan-kemampuan khusus dalam ilmu parapsikologi yang membuat seseorang menjadi “berbeda”, seperti misalnya:

Anak indigo merupakan anak yang diberkahi oleh kelebihan, dan termasuk ke dalam anak berkebutuhan khusus juga. Anak Indigo memiliki beberapa kemampuan yang kadang kala membuat diri mereka berada di atas rata-rata, dan juga memiliki banyak kelebihan di bandingkan dengan anak lainnya. Paling tidak, sebagai anak indigo, terdapat beberapa karakteristik dari mereka yang khas. Seperti tergolong pinter dan cerdas, kreatif, selalu ingin tahu, penasaran, selalu punya masalah dengan adaptasi, Sulit mengendalikan amarah, Memiliki ketertarikan dalam hal – hal yang bersifat supranatural, jalan pikiran atau pola pikir yang tidak biasa, mengalami pengalaman yang bersifat supranatural, Rajin membaca dan mencari tahu.

Extra sensory perception adalah kemampuan indra keenam yang dimiliki oleh seseorang. Extra Sensory Perception akan memberikan pengalaman-pengalaman tertentu bagi siapa saja yang memiliki kemampuan ini. Dan dapat dipastikan, pengalaman-pengalaman tersebut tidak akan bisa dimiliki oleh orang-orang biasa seperti kemampuan telepati, clairvoyance, prekognisi, dan retrokognisi. Kemampuan ini juga merupakan sebuah kemampuan yang dapat mengetahui cara membaca pikiran orang.

  • Mampu memiliki firasat yang kuat

Kemampuan memiliki firasat yang kuat merupakan salah satu hal yang di bahas dalam keilmuan parapsikologi. Kemampuan dalam memiliki firast tak sampai pada hal – hal yang kasat mata dan normal di mata manusia, namun hal tersebut juga mencakup pada hal – hal yang tidak kasat mata bagi ukuran manusia normal.

  • Dapat merasakan “kehadiran” dari energi yang kasat mata

Dalam ilmu ini juga di bahas tentang sebuah energy yang yang kasat mata, seperti aura dan lain sebagainya.

Ilmu Psikologi Murni Tidak Mempelajari Bagaimana Cara Membaca Pikiran Orang

Ilmu psikologi murni memang tidak mempelajari bagaimana cara membaca pikiran orang. Namun demikian, ilmu psikologi memberikan suatu cara yang bisa dilakukan untuk membaca situasi dan perilaku.

Dalam ilmu psikologi, terutama mereka yang sudah mahir dan terlatih sebagai seorang praktisi, akan memiliki “insting” yang kuat dalam menghadapi orang lain. Misalnya saja menebak kepribadian orang lain, melihat apakah mood seseorang sedang baik atau tidak, melihat apakah orang tersebut menerima orang lain atau tidak, dan sebagainya.

Semua hal tersebut bukanlah bagian dari membaca pikiran orang, namun lebih kepada peka terhadap situasi tertentu, sehingga membuat seseorang menjadi lebih mudah untuk membaca situasi dan perilaku orang lain. Ilmu psikologi banyak mengandalkan observasi dan pengamatan dalam prakteknya, sehingga banyak situasi, kondisi individual, emosi, dan sebagainya dapat dilihat dari:

  • Gesture tubuh orang lain
  • Ekspresi wajah
  • Cara berbicara orang lain
  • Tatapan mata orang lain
  • Dan berbagai aspek individual lainnya yang bisa diobservasi secara kasat mata

Dengan kata lain dan dapat diartikan bahwa kekuatan utama mereka yang memiliki background keilmuan psikologi memiliki senjata utama membaca situasi, observasi, analisis, dan adaptasi sehingga mereka dapat lebih peka terhadap segala situasi..

Namun demikian, bagi mereka yang sudah sangat mahir dan memiliki kepekaan yang sangat tinggi, terkadang untuk melihat dan membaca situasi yang dialami oleh individual bisa dilakukan hanya dengan merasakan saja. Misalnya ketika sedang marah, akan muncul semacam energi yang kuat dari dalam diri individu. Nah, mereka yang sudah sangat peka dan terlatih, biasanya akan merasakan energi seperti ini, dan lebih mudah merasakan bagaimana situasi atau kondisi yang dialami oleh orang lain.

Inilah mengapa ketika kita mendatangi para psikolog senior yang suah memiliki jam terbang tinggi, terkadang kita takjub dan terheran – heran mengapa mereka mampu membaca kepribadian dan juga situasi yang sedang kita alami.

Beberapa kali narasumber yang memilliki background psikologi dan kebetulan sedang di undang di televisi untuk membaca kepribadian dari seseorang misalnya seperti artis, politisi, hingga persidangan jesika yang lalu, mereka secara menakjubkan mampu menjabarkan kepribadian dan karakter dari seseorang tersebut.

Jadi, sekarang anda sudah tahu kan bahwa ilmu psikologi sebenarnya tidak secara langsung mempelajari tentang bagaimana cara membaca pikiran orang. Jangan salah kaprah lagi ya. By: Muhamad Fadhol Tamimy & Eduradus Pambudi