Apa Itu Play TherapyApa Itu Play Therapy? Bagi anda yang sudah memiliki buah hati, atau anda yang memiliki adik usia anak-anak, mungkin seringkali pusing mengenai bagaimana mereka belajar. Banyak dari anak-anak yang mungkin malas untuk  belajar, dan mengalami hambatan dalam belajarnya, yang akhirnya membuat nilai mereka ataupun penyerapan materi mereka menjadi kurang.

Play therapy sendiri adalah salah satu solusi yang bisa anda coba untuk membantu supaya anak bisa belajar secara lebih menyenangkan.

Apa Itu Play Therapy?

Apa Itu Play Therapy? Sesuai dengan namanya, play therapy adalah sebuah terapi psikologis yang dirancang sedemikian rupa untuk membantu klien (terutama anak-anak) supaya mau untuk belajar, namun dengan cara yang menyenangkan.

Khaledi, dkk (2014) mengatakan bahwa play therapy mampu mengatasi keterbatasan dan mampu membuat anak-anak dalam mengekspresikan perasaan mereka dan membantu mengontrol kemampuan mereka.

Play therapy berguna untuk membantu anak-anak dalam memahami suatu materi, dan menyimpannya untuk waktu yang lama. Terapi ini menggunakan permainan yang dapat memperluas teknik-teknik pengajaran, yang membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan dan sifatnya lebih praktikal. Play therapy juga disebut efektif untuk meningkatkan kreatifitas, kemampuan sosial, dan juga memodifikasi perilaku anak-anak.

Di Amerika sendiri, play therapy sudah diakui secara sah, dan ditunjukkan dengan adanya organisasi atau asosiasi play therapy, yang fokus ke dalam pengembangan dan penerapan teknik-teknik dari play therapy.

Bentuk -Bentuk Play Therapy

Play Therapy adalah salah satu teknik intervensi atau terapi psikologis yang cukup efektif. Play Therapy bisa dibagi menjadi 2 bagian atau dua bentuk, yaitu :

  1. Non-Directive Play Therapy

Non-Directive play therapy adalah suatu bentuk play therapy, dimana peserta terapi dibebaskan untuk melakukan apapun yang diinginkan. Tidak ada goal khusus ataupun instruksi khusus dalam bermain.

Penilaian dari terapi yang sifatnya non-directive ini adalah melihat sejauh mana peserta bisa mencari permasalahannya sendiri, dan bagaiaman mereka mampu untuk memecahkan masalah tersebut. Hal ini akan membuat anak-anak yang mengikuti non-directive play therapy akan mengeksplorasi lingkungannya secara mandiri dan bebas,

  1. Directive Play Therapy

Berbeda dengan non-directive play therapy, directive play therapy adalah intervensi play therapy, dimana di dalamnya terdapat instruksi yang jelas dan terstruktur dengan matang. Target utama dari directive play therapy ini adalah bagaimana si anak mampu untuk memunculkan ataupun mengurangi perilaku tertentu. Misalnya memunculkan semangat belajar, mengatasi masalah gangguan belajar, ataupun mengurangi perilaku hiperaktif pada anak.

Bagaimana Memulai Play Therapy?

Untuk memulai play therapy, tentu saja anda harus memfokuskan terlebih dahulu apa yang menjadi masalah anak, dan tujuan yang ingin di capai. Setelah itu, barulah anda dapat mulai merancang, ingin menggunakan bentuk non-directive, atau ingin menggunakan directive play therapy.

Untuk permainan yang diberikan, anda bisa merancangnya sendiri, dan membutuhkan kreativitas anda. Misalnya saja karton besar dengan banyak nama, lalu minta si anak untuk menyusun kata-kata berdasarkan bentuk yang muncul di dalam layar komputer.

Perancangan play therapy yang matang dan juga teratur akan membuat proses terapi akan berjalan dengan baik dan juga lancar. Jadi, bisa disimpulkan bahwa play therapy adalah salah satu teknik terapi pada anak yang simple dan juga menyenangkan, karena menggabungkan unsur permainan dengan belajar. Selamat Mencoba.  Eduardus Pambudi