Ini Dia Fakta beberapa Dampak Kekerasan Pada AnakSaat ini, contoh kasus kekerasan pada anak sudah marak terjadi dan semakin memprihatinkan. Kita melihat banyak sekali informasi dan juga berita-berita melalui media mengenai kekerasan terhadap anak. Mulai dari kekerasan pada anak yang ringan, hingga yang sangat berat, bahkan berujung pada pembunuhan. Padahal, hal semacam ini bisa memiliki dampak yang sangat buruk terhadap anak. Kekerasan pada anak mungkin tidak terlihat dalam waktu dekat. Namun, dalam kurun waktu tahunan, dampak dari kekerasan pada anak ini akan terlihat sangat jelas.

Apa Saja Dampak Kekerasan Pada Anak?

Secara umum, dampak kekerasan pada anak dapat terdiri dari dua hal, yaitu dampak secara fisik dan juga dampak secara psikologis. Dampak secara fisik, sudah jelas terlihat, dimana dari segi fisik, si anak mungkin mengalami luka memar, luka fisik, masalah kesehatan, dan lain sebagainya. Yang menjadi masalah adalah dampak secara psikologis, yang apabila tidak ditangani segera, akan sangat mempengaruhi fase kehidupan berikutnya dari si anak, mulai dari remaja hingga tua nanti. Berikut ini adalah beberapa dampak psikologis dari kekerasan pada anak :

  1. Siklus menjadi korban

Kemungkinan bahwa si anak akan “ditakdirkan” menjadi korban akan semakin besar. Anak-anak yang sering mengalami kekerasan, sudah menjadi korban sejak kecil. Di alam bawah sadarnya, “takdir” menjadi seorang korban akan tertanam kuat. Hal ini kemudian akan berpengaruh di dalam kehidupannya, dimana si anak akan terus-terusan menjadi korban selama masa hidupnya.

  1. Menjadi pelaku kekerasan

Selain “takdir” menjadi korban, anak yang mengalami kekerasan juga bisa saja berubah menjadi pelaku kekerasan. Banyak penelitian mengungkap, salah satunya adalah perilaku bullying, banyak dilakukan oleh mereka yang dulunya pernah menjadi korban bullying. Karena itu, kemungkinan bahwa seorang anak kelak akan menjadi pelaku kekerasan, akibat masa lalunya yang sering menjadi korban kekerasan sangatlah tinggi.

  1. Kepercayaan diri yang rendah

Kekerasan pada anak dapat mengakibatkan rendahnya kepercayaan diri si anak. Kekerasan seringkali membuat si anak takut salah dalam melakukan sesuatu, sehingga hal ini dapat menyebabkan si anak menjadi tidak percaya diri dan tidak mampu untuk melakukan hal yang lebih baik.

Dengan begitu, si anak pun tidak akan berkembang dengan optimal, menjadi “kalahan” di lingkungannya, atau mungkin malah sulit dalam berteman. Padahal, kepercayaan diri adalah salah satu modal penting bagi siapapun untuk bisa maju. Percaya diri dan yakin akan kemampuan dirinya sendiri dapat membantu seseorang meraih impian dan keinginannya.

  1. Luka batin dan trauma

Kekerasan terhadap anak sangat besar peluangnya dalam menimbulkan luka batin dan juga trauma. Luka batin memiliki dampak yang luar biasa besar bagi kehidupan seseorang, mulai dari munculnya depresi, mudah stress, hingga gangguan psikologis berat lainnya yang bisa membuat kehidupan dan aktivitas seseorang menjadi terganggu.

  1. Merasa tidak berguna

Mungkin anda berpikir, bagaimana mungkin seorang anak-anak bisa memiliki rasa tidak berguna? Ternyata hal ini benar bisa terjadi, terutama pada anak-anak yang sering mengalami kekerasan pada anak. Rasa tidak berguna, tidak bermanfaat, atau helplessness merupakan hal yang bisa muncul pada anak-anak korban kekerasan. Hal ini akan membuat mereka menjadi pendiam, menjauh dari lingkungan sosial, dan bisa saja berujung pada keinginan bunuh diri pada masa remaja atau dewasa, karena merasa tidak berguna dan tidak bisa melakukan apa-apa.

Itulah beberapa dampak psikologis dari kekerasan pada anak. Semoga para orangtua menjadi lebih aware dengan kondisi anaknya, dan tidak menjadi “perusak” masa depan anak dengan melakukan kekerasan terhadap anak. By: Eduarudus Pambudi