Bagaimana Sih Cara Mengatasi Anak Yang susah bersosialisasiNama : Yani
E-mail : Ninaxxx@yahoo.com
Judul : Cara Mengatasi Anak Yang susah bersosialisasi
Isi Konsultasi : Ass w w Saya punya anak umur 8 tahun sekolah di kelas 2 SD, sejak PAUD sampai sekarang di sekolah harus selalu ditungguin oleh pengasuh. Hampir setiap hari dia selalu enggan dan khawatir untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah dan tidak mau bergabung dengan teman. Bagaimana solusinya? Terima kasih

Cara Mengatasi Anak Yang susah bersosialisasi

Jawaban: trimakasih sebelumny untuk mba yani, memang anak yang semenjak kecil tidak lepas dari pengasuh dalam melakukan segala hal seperti ketika sekolah, akan membuatnya canggung ketika harus terlepas dari pengasuhnya ketika ia harus melakukan segala hal dengan sendiri. bahkan ketika hendak berangkat ke sekolah mesti harus di tunggui, maka hal tersebut akan membuatnya tidak terbiasa untuk sendirian ketika hendak berangkat ke sekolah. Hal itu adalah sebuah hal yang wajar saja terjadi. Karena memang anak dalam kondisi itu merasa asing, sehingga ia akhirnya merasa cemas dan tidak nyaman dengan kondisi tersebut.

Apabila hal tersebut terus menerus terjadi, maka bisa jadi, anak berpotensi untuk tidak mandiri dan takut ketika harus bersosialisasi dengan dunia luar secara sendirian.

Alangkah lebih baiknya lagi jika anak ibu bisa secara mandiri untuk berangkat ke sekolah sendiri khususnya, dan mampu secara mandiri melakukan segala hal pada ummnya. Sudah di sebutkan di atas bahwa, Rasa khawatir dan enggan yang terjadi pada diri anak tersebut di sebabkan oleh karena ia merasa asing dengan kondisi tanpa adanya pendamping/ pengasuh ketika ia dalam proses kegiatan belaja mengajar. Artinya kondisi tersbut sebenarnya dapat di atasi dengan mencoba beberapa kali untuk mencoba mengkondisikan anak agar ia tidak ditunggui oleh pengasuh ataupun orang tuanya, saat berangkat ke sekolah.

Jika anda khawatir, anda cukup memperhatikan ia dari jarak yang sekiranya anak tidak mengetahui bahwa anda sebenarnya menungguinya. Dengan begitu anak di kondisikan untuk secara mandiri menghadapi situasi baru tanpa adanya pendamping ataupun orang tua yang menemaninya kesekolah. Sebelum anak tersebut benar-benar terbiasa untuk melakukannya secara mandiri.

Yang mesti di hindari adalah, ibu terbawa emosi pada saat meminta anak untuk berangkat sekolah sendiri, namun ia enggan melakukannya. Karena apabila ibu emosi, anak akan mengembangkan keyakinan bahwasanya berangkat kesekolah itu adalah sebuah hukuman bagi dirinya. Oleh sebab itu komunikasi antara anak dengan orang tuanya juga penting untuk intens dilakukan.

Tanyalah apa yang menjadi cita-cita dan harapan anak nantinya, dengan begitu ibu bisa menasehati betapa pentingnya untuk berangkat kesekolah. Karena dengan begitu anak harapanya dapat memiliki motivasi untuk berani berangkat kesekolah secara mandiri.

Psikologi Mania