Bagaimana Menghadapi Sifat Ayah Yang Tidak Seperti Pemimpin Keluarga?

Bagaimana Menghadapi Sifat Ayah Yang Tidak Seperti Pemimpin Keluarga?

November 23, 2016 Off By admin

Bagaimana Menghadapi Sifat Ayah Yang Tidak Seperti Pemimpin Keluarga?Nama : Dinda xxx
E-mail : yosxx@yahoo.co.id
Judul : Konsul (Bagaimana harus menghadapi sifat ayah yang tidak seperti pemimpin keluarga yang seharusnya?)
Isi Konsultasi : Sejak kecil sampai sekarang umur saya 21 tahun saya sering sekali melihat ibu saya di pukuli dan dibentak oleh ayah saya, bahkan bukan ibu saya saja yang sering dibentak dan dipukuli saya juga sering dibentak dan dipukuli namun terakhir saya dipukuli saat saya umur 19 tahun, kecuali terhadap ibu saya sampai saat ini masih berani seperti itu tetapi bila ada saya dia tidak berani memukuli atau membentak ibu saya.

Sudah 6 tahun kebelakangan ini ayah saya sudah tidak bekerja jadi ibu saya yang menghidupi kehidupan keluarga saya sampai saat ini dan saya bisa kuliah itu dari jirih payah ibu saya, tetapi sekarang ayah saya malah selingkuh dan selalu meminta uang kepada ibu saya untuk perselingkuhannya itu. Sampai ayah saya terlibat hutang dan sampai ingin menjual rumah padahal rumah ini ibu saya yang beli sampai lunas dan ayah saya tidak ikut campur soal pembelian rumah ini, tetapi ketika sekarang ingin menjual rumah ayah saya ingin mendapatkan bagian. Pertanyaannya wajar tidak saya membenci ayah saya? saya dan ibu saya harus bagaimana menghadapi masalah ini? apakah perceraian jalan terbaik dalam masalah ini? Terimakasih banyak dan sangat ditunggu jawaban terbaiknya:)

Jawaban

Hai Dinda, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan baik ya 🙂

Sifat ayah- Melihat kondisi yang anda alami saat ini, mungkin saya bisa mengatakan bahwa adalah hal yang wajar apabila anda benci dan memendam rasa marah terhadap ayah anda. Karena Ayah sebagai pemimpin keluarga, imam, dan juga pelindung keluarga tidak seharusnya berbuat seperti itu kepada keluarganya sendiri.

Namun demikian, saya ingin menekankan disini, bahwa jangan sampai kebencian anda pada sifat ayah terlalu berlarut, dan dipendam begitu dalam di hati anda. Kebencian, rasa marah, kecewa, dan lain sebagainya yang dipendam terlalu dalam dan kuat malah akan menyebabkan hidup anda menjadi tidak nyaman. Bahkan beberapa orang memunculkan gejala-gejala psikosomatis ketika memendam dendam, marah, dan rasa kecewa terlalu dalam, seperti misalnya:

  1. Masalah kesehatan ringan seperti pusing, sakit kepala, darah tinggi, darah rendah, vertigo, gangguan pencernaan, dan sebagainya
  2. Masalah kesehatan berat, dimana beberapa penyakit kronis sangat mungkin muncul karena faktor psikologis, seperti misalnya diabetes.

Jadi, saran saya dalam menghadapi sfiat ayah adalah bahwa anda boleh saja merasa marah, kecewa, atau mungkin benci dengan ayah anda, namun anda harus mampu untuk mengatasi emosi negatif tersebut dengan segera. Caranya mungkin dengan melakukan relaksasi. Ketika anda mulai merasa kesal dan marah dengan ayah anda, anda bisa menarik nafas dalam dari hidung, dan mengeluarkanya dari mulut secara perlahan. Lakukan ini beberapa kali secara rutin supaya anda bisa lebih tenang dan mampu melakukan regulasi emosi pada diri anda sendiri.

Apakah Perceraian Dapat Memecahkan Masalah?

Jawabannya, bisa Iya, bisa juga Tidak. Perceraian, tidak kalah rumit dengan proses pernikahan. Ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan ketika akan melakukan proses perceraian, mulai dari proses hukum, pembagian harta, pembagian hak asuh, dan sebagainya. Dari sisi psikologis, mungkin perceraian bisa membantu menjauhkan masalah yang saat ini dihadapi oleh keluarga anda, namun bukan berarti setelah perceraian, semuanya akan menjadi lebih baik.  Masih ada dampak lain yang harus dipertimbangkan secara matang.

Karena itu, ada baiknya anda dan keluarga anda mampu menyelesaikan masalah ini dengan baik. Anda bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk mengadakan family therapy. Family therapy merupakan suatu bentuk terapi khusus masalah keluarga, dimana dalam proses family therapy ini, bertujuan untuk fokus pada pemecahan masalah keluarga.

Jadi saran terbaik yang bisa diberikan untuk masalah ini adalah cobalah untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan psikolog, dan lakukan family therapy untuk membantu mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi oleh keluarga anda. Psikologi Mania