Bagaimana Menangani Siswa SMP yang Sering Membully dan Memiliki Motivasi Belajar Sangat Rendah? Nama : Made
E-mail : maexx@gmail.com
Isi Konsultasi : Bagaimana cara Menangani Siswa SMP yg 1.Sering mmbully temannya (khususnya pelecehan seksual, bully verbal) 2.motivasi belajar sangat2 rendah. Trm kasih.

Jawaban

Sekilas Mengenai Bullying

Bullying adalah sebuah tindakan intimidasi yang dilakukan oleh pihak yang lebih kuat, terhadap pihak yang lebih lemah. Bullying juga bisa berupa pelecehan melalui kata – kata (verbal) maupun fisik, berupa tindakan – tindakan yang menindas dan melecehkan. Bullying saat ini memang menjadi salah satu masalah bersama, dimana banyak anak – anak usia sekolah menjadi pelaku dan juga korban bullying.

Untuk penanganan pada siswa SMP yang sering melakukan bullying sendiri, pendekatan behavioral bisa dicoba untuk digunakan. Pendekatan behavioral ini merupakan salah satu pendekatan yang memfokuskan pada perilaku seseorang, dengan memberikan reward (hadiah) dan punishment (hukuman).

Mudahnya adalah seperti ini. Ketika seorang anak melakukan tindakan bullying, maka anak tersebut akan mendapatkan punishment, dan ketika anak tersebut berhasil menahan diri untuk tidak melakukan bullying, maka dia akan diberikan reward.

Punishment atau Hukuman

Ketika mendengar kata punishment atau hukuman, anda jangan langsung berpikir ke arah hukuman fisik terlebih dahulu. Punishment bisa muncul dalam berbagai macam bentuk, seperti misalnya :

  • Uang jajan dikurangi
  • Jatah bermain dikurangi
  • Mengepel lantai atau membersihkan ruangan
  • Pengurangan terhadap nilai akademis dan nilai sikap di dalam sekolah
  • Harus mengerjakan PR lebih banyak daripada temannya
  • Tidak boleh bermain setelah pulang sekolah

Pada intinya, punishment merupakan pemberian stimulus yang tidak disukai seseorang dan atau penghilangan stimulus yang disukai seseorang. Harus mengepel lantai bisa menjadi hal yang tidak disukai oleh si anak. Sedangkan uang jajan yang dikurangi menjadi bentuk penghilangan stimulus yang disukai oleh si anak.

Reward Atau Pemberian Hadiah

Sebaliknya, ketika si anak berhasil untuk tidak melakukan tindakan bully, maka si anak juga harus diapresiasi menggunakan reward atau hadiah. Reward atau hadiah ini bisa berbentuk pemberian stimulus yang disukai seseorang dan atau penghilangan stimulus yang tidak disukai seseorang. Misalnya saja memberikan pujian, apresiasi, atau memberikan tambahan uang jajan ketika si anak berhasil untuk tidak melakukan bullying. Ini merupakan salah satu bentuk pemberian stimulus yang disukai si anak.

Untuk contoh penghilangan stimulus yang tidak disukai si anak misalnya, ketika si anak berhasil untuk menahan diri agar tidak Membully, maka si hukuman mengepel dan membersihkan ruangan yang diberikan ke si anak akan dikurangi atau dihapuskan.

Untuk reward dan punishment yang akan diberikan, semuanya dapat diserahkan kepada anda, yang mengetahui lebih baik mengenai kondisi si anak tersebut, seperti hal yang disukai, hal yang tidak disukai, dan sebagainya.

Gunakan Juga Reward dan Punishment Untuk Mereka yang Motivasi Belajarnya Rendah

Nah, reward and punishment yang dibahas pada pertanyaan mengenai bullying tadi, juga bisa diterapkan kepada anak yang memiliki motivasi belajar rendah pula. Ketika si anak malas belajar, maka berikanlah punishment. Begitu pula sebaliknya, ketika si anak mau belajar, berikanlah reward yang sesuai.

Misalnya saja si anak ingin sekali membeli sepatu. Berilah penjelasan kepada si anak, kalau dia ingin mendapatkan sepatu, maka dia harus rajin belajar dan mendapatkan nilai yang bagus di sekolah. sangat simple dan mudah bukan?

Pemberian reward dan punishment haruslah konsisten. Jangan sampai ketika si anak malas belajar, anda memberikan punishment, namun ketika si anak sedang rajin belajar, anda tidak memberikan reward. Menangani Siswa SMP tidaklah gampang, namun juga tak bisa dikatakan sulit. Selama niat itu ada, tentu akan ada jalan terbaik yang akan di dapatkan.  Psikologi Mania