Bagaimana Kepribadian Antisosial Bisa Terbentuk Dan Menjadi Sebuah Gangguan?Kepribadian antisosial adalah salah satu bagian dari spektrum gangguan kepribadian dalam ilmu psikologi dan ilmu psikiatri. Hal ini ditunjukkan dengan fakta bahwa kepribadian antisosial tercantum sebagai 1 dari 10 gangguan kepribadian manusia dari perspektif ilmu psikologi dan psikiatri.

Apa Itu Gangguan Kepribadian Antisosial

Banyak yang mengatakan bahwa antisosial merupakan kondisi dimana seseorang menjauh dari lingkungan sosial. Padahal, arti sebenarnya dari antisosial adalah melawan norma sosial dan hukum yang berlaku. Jadi, secara garis besar, kepribadian antisosial merupakan kepribadian seseorang yang cenderung sering melawan nilai dan norma sosial, serta hukum yang berlaku.

Kepribadian dari antisosial erat sekali kaitannya dengan kriminalitas dan kejahatan, baik itu pada remaja maupun dewasa. Kepribadian antisosial ini sendiri biasanya akan terlihat dan mulai terbentuk ketika seseorang mulai beranjak remaja, dengan berbagai macam ciri, seperti misalnya :

  • Suka berbohong
  • Suka mencuri
  • Berkelahi
  • Membully dan tawuran
  • Kabur dari rumah
  • Dan banyak perbuatan melawan hukum dan norma lainnya.

Bagaimana Kepribadian Antisosial Bisa Terbentuk?

Kepribadian jenis antisosial ini bisa muncul dan terbentuk pada remaja karena banyak hal. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin bisa menjadi salah satu penyebab muncul dan berkembangnya kepribadian jenis antisosial pada remaja :

  1. Pola asuh

Pola asuh adalah salah satu hal yang penting dalam perkembangan seorang anak. Pola asuh akan mempengaruhi kepribadian dan berbagai macam aspek kehidupan seseorang, yang akan dibawa selama masa dan fase kehidupan mereka.

Pola asuh yang salah akan memunculkan banyak masalah. Kebanyakan mereka yang memiliki kepribadian antisosial, seringkali kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya. Mereka melakukan perbuatan antisosial juga seringkali didasari rasa ingin tahu dan ingin menunjukkan dirinya, namun dengan cara yang negatif

  1. Perilaku masa kecil

Terkadang “bibit” kepribadian antisosial juga sudah terlihat sejak kecil, dan akibatnya akan berkembang dan cenderung menetap ketika seseorang beranjak remaja dan dewasa. Masa kecil seseorang yang sering menjadi “jagoan”, suka berbohong, suka mencuri, dan sering melakukan tindakan jahat pada masa anak-anak akan sangat mempengaruhi terbentuknya kepribadian antisosial pada masa remaja.

Karena itu, ajarkan anak-anak untuk menghindari dan juga mencegah tindakan kriminal ataupun kejahatan pada masa anak-anak.

  1. Faktor genetik

Salah satu hal yang menjadi faktor pembentuk kepribadian adalah faktor genetik, alias faktor keturunan. Seorang anak dengan orangtua yang memiliki kepribadian jenis antisosial, akan sangat mudah “tertular” kepribadian antisosial dari orangtuanya. Meskipun hal ini tidak selalu terjadi, namun kemungkinannya jauh lebih besar dibandingkan dengan anak-anak dengan orang tua yang tidak memiliki kepribadian antisosial.

  1. Lingkungan psikososial

Lingkungan juga merupakan salah satu faktor penting yang dapat memperkuat munculnya kepribadian yang antisosial pada remaja. Ketika seorang anak atau remaja tinggal di lingkungan yang penuh dengan situasi yang sulit dan banyak terjadi tindak kriminal, maka pastinya hal ini bisa membentuk kepribadian mereka.

Kepribadian yang antisosial merupakan salah satu bentuk kepribadian yang menyebalkan, dan tentu saja harus ditekan perkembangannya. Karena itu, orangtua, sebagai salah satu orang terdekat dan orang pertama yang ada di dalam kehidupan seorang anak harus mampu menjadi agen perubahan yang dapat mencegah terbentuknya dan berkembangnya kepribadian antisosial di generasi penerus masa depan bangsa. By: Eduardus Pambudi


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia