Bagaimana Cara Mengatasi Tempramen Akibat Traumatis Masa Lalu

Nama : Utina xx
E-mail : tirirxx@gmail.com
Judul : Gangguan yg saya alami (Bagaimana Cara Mengatasi Tempramen)
Isi Konsultasi : Admin yth, saya ingin berkonsultasi mengenai keluhan yg saya alami, apakah ini normal atau menderita gangguan kejiwaan atau mungkin bipolar. Usia saya 23 tahun,saya merupakan anak tunggal,dan termasuk pribadi yg jarang bersosialisasi dgn teman2 sekitar rumah karena sibuk dgn kegiatan sekola.

ibu saya adalah single parent dan saat ini kami tinggal bersama kakek nenek. Perkawinan ibu dan ayah saya selama 23 tahun mengalami berbagai tekanan mental bagi saya dan ibu karena perlakuan dan bad tempramen ayah saya tsb. Byk sekali pengalaman yg tidak mengenakan yg saya alami, termasuk kebiasaan buruk ayah saya untuk membangunkan saya di waktu tidur kapanpun seringkali tengah malam ketika ayah saya bertengkar dgn ibu sehingga saya dipaksa menyaksikan pertengkaran tsb hingga berbagai barang yg dipecahkan didepan saya. Saya selalu terngiang2 dgn hal2 tsb.

Namun yg menjadi masalah adalah ketika saya menjalin hubungan dengan pasangan seringkali saya panik,sulit menpercayai,khawatir berlebihan dan cenderung menyalahkan pasangan saya ketika hal buruk terjadi pada kami,selain itu saya memiliki tempramen buruk,gampang marah dan mudah tersinggung terhadap pasangan saya tetapi tidak berlaku thdp teman2 saya.

[nextpage title=”Coba” ]

Saya merasa selalu lelah pikiran dan memiliki waktu tidur yg tidak normal/jauh lebih byk dari teman2 sebaya saya. Ketika saya emosi dan marah rasanya saya tidak bisa mengendalikan emosi sama sekali dan terkadang merasa menyesal setelahnya. Apa yg harus saya lakukan? Haruskah saya berkonsultasi kpd psikiater? Terimakasih sebelumnya.

Jawaban: Untuk mba tina, beberapa hal tentang masa lalu yang buruk memang terkadang membuat kondisi psikologis kita terganggu pula, dengan catatan jika kita kurang adaptif terhadap kondisi lingkungan. Namun bagi mereka yang mampu secara adaptif menyelaraskan hal tersebut, akan dengan mudah untuk mengesampingkan pengalaman traumatis tersebut.

Namun apabila hal tersebut (teraumatis masa lalu) membuat mba tertekan, hingga ada akhirnya mengganggu anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, ada baiknya untuk datang ke psikolog terdekat bukan ke psikiater. Namun jika anda membutuhkan pengobatan dengan obat-obatan yang mana hal tersebut mengarah kepada masalah gangguan psikologis barulah anda bisa datang ke psikiater.

Dalam sebuah hubungan di butuhkan kepercayaan yang tinggi di antara kedua belah pihak. Hal tersebut perlu di bangun semenjak awal guna kelanggengan hubungan kalian.

Memang tempramen yang anda miliki tersebut, diduga merupakan buah dari hasil contoh secara langsung maupun tidak langsung dari pengalaman masa lalu anda tersebut. Dan hal tersebut mungkin tidak dapat hilang sepenuhnya, namun hal tersebut dapat di minimalisir dengan sebaik-baiknya.

Meminimalisir dengan mengungkapkan apa yang tidak di sukai, dan harapan anda dengan pasangan secara baik adalah cara terbaik untuk membiasakan sika tempramen anda dengan pasangan.

Lakukan pula beberapa pengalihan amarah dengan beberapa hal-hal positif yang menjadi hobi anda. Segera menyingkir saat rasa marah anda memuncak dari sumber yang menyebabkan anda marah. Setelah tenang utarakanlah hal tersebut dengan gaya komunikasi yang baik dengan pasangan.

Tenangkan diri saat anda marah, dengan mengatur nafas anda. Saat nafas anda sudah teratur segeralah untuk membasuh wajah anda. Dengan begitu harapannya kesejukan yang anda rasakan dapat pula meresap kedalam hati yang tengah panas.

Semoga berhasil

Psikologi Mania,

[/nextpage]