Bagaimana Cara Mengatasi Gangguan Emosi Dalam Diri?Nama : nissa
E-mail : nissxxx@xmail.com
Judul : cara mengatasi gangguan emosi
Isi Konsultasi : salam…. saya adalah anak pertama dari 5 bersaudara, sekarang usia saya 30 tahun. akhir – akhir ini saya sering sekali menyalahkan orang – orang di sekitar saya atas apa yang terjadi (sifat) pada diri saya terutama orang tua. terlalu sering saya di cekoki dengan kata – kata negatif dan hate speech dari ibu. hal itu terus berulang ketika dia mengalami hal yang menyakitkan hati, baik itu dari bapaku, keluarga bapaku atau orang lain. dan sampai saat ini orang tua ku sering bertengkar dan saling melontarkan kata – kata kotor ataupun melemparkan barang. padahal mereka sudah usia lanjut.

orang tuaku sering menyalahkanku atas sikapku yang labil dan impulsif ataupun hal lainnya. saya kadang membenci orang tuaku bukannya mereka mendukung dengan cara berkata positif tentang diriku tapi malah selalu menghinaku. hasil pekerjaan apapun selalu di anggap jelek.

mereka selalu menganggap paling benar dan selalu menganggap salah / jelek orang lain, apalagi terhadap saya yang sehari – hari tinggal dekat mereka. saya ingin terapi untuk kondisi kejiwaan saya yang mungkin mengalami gangguan emosi. saya kasihan pada anaku yang kadang jadi sasaran luapan emosi tanpa sadar, didalam jiwa terdorong untuk mengeluarkan kekesalan itu, padahal anakku tidak salah apapun dia baru berusia 5 tahun. sesudah itu saya tersadar dan tak terasa mata ini mengeluarkan air mata karena penyesalan, saya sangat berdosa pada anakku. tolong kasih solusi untuk masalahku, mungkin ada terapi yang bisa dilakukan. terima kasih

Jawaban: untuk nisa trimakasih sebelumnya, memang emosi yang di miliki setiap manusia salah satunya terbentuk akibat andil dari peristiwa-peristiwa masa lalu yang telah di lewati. Bagi mereka yang mengalami traumatis masa lalu tentu akan berdampak negative pula pada kondisi emosi dimasa yang akan datang, dengan catatan ia tidak mampu untuk menyesuaikan diri. Baik itu secara sosial, maupun kondisi jiwanya.

Mba nisa yang merupakan anak pertama, identik dengan harapan dari orang tua agar dapat menjadi contoh yang membanggakan bagi adik-adiknya.

Namun memang terkadang sikap dari orang tua dalam menjadikan anaknya sesuai dengan keinginan dan harapan justru melakukan cara-cara bulliying, melecehkan, hingga penekanan secara berlebih. Akibatnya anak pun rentan mengalami tekanan. Dan akumulasi dari sikap yang tak semestinya di lakukan oleh orang tua kepada anak tersebut, pada akhirnya menyebabkan anak memposisikan orang tuanya sebagai musuh dalam keluarga.

Rasa benci yang di pendam dan diredam sekian lama tersebut ada akhirnya berpotensi mengarah pada hal-hal destruktif, baik itu kondisi fisik, maupun psikologis, dan juga perilaku. Dari yang anda ungkapkan anda merasa ingin selalu mengeluarkan kekesalan yang ada dengan sasaran tembak, yang sebenarnya ia tidak memiliki salah apapun.

Secara tidak langsung apa yang mba alami tersebut adalah bentuk-bentukĀ  mencontoh perilaku yang orang tua mba nisa dahulu lakukan terhadap mba nisa. Jika hal ini terus menerus berlanjut, bukan tak mungkin anak mba akan melakukan pada anaknya lagi nanti. Sebaiknya untuk dihentikan mulai dari sekarang.

Cara Mengatasi Gangguan Emosi

Cara-cara menahan emosi banyak sekali yang bisa di terapkan, seperti melakukan relaxasi sederhana jika emosi sedang memuncak, Segera menyingkir dari anak, atau mengucapkan istighfar dan segera mengambil air wudhu agar hati merasakan ketenangan.

Mungkin mencoba untuk mengkondisikan tersebut membutuhkan waktu namun jika bertekad untuk berubah tentu akan bisa dilakukan. Berdamai dengan diri adalah langkah yang bisa dilakukan. Selain itu memaafkan kedua orang tua atas apa yang dahulu pernah terjadi juga penting untuk dilakukan, dan yang terakhir adalah berfikir positif. Selalu ambil dari berbagai sudut pandang setiap muncul perbedaan yang membuat anda tidak nyaman.

Per-erat komunikasi dengan anak juga menjadi bagian terpenting untuk melakukan perubahan dari kebiasaan meluapkan emosi terhadap anak. Dengan intensnya anda berkomunikasi, bercanda, dan saling mencurahkan kasih sayang antara anak dengan orang tua, harapannya ikatan emosional akan semakin erat.

Untuk masalah terapi ada baiknya untuk datang ke psikolog terdekat, agar dalam proses terapi ada yang membimbing. Semoga bermanfaat

Psikologi Mania