Bagaimana Cara Mengatasi Bosen Yang Terlalu Cepat Dalam Hubungan?Nama : budi
E-mail : xxxbudiarianto@gxxx.com
Judul : bosen (Bagaimana Cara Mengatasi Bosen Yang Terlalu Cepat Dalam Hubungan?)
Isi Konsultasi : nama saya budi, umur 27 tahun. saya menjalin hubungan dg gadis umur 24 tahun kurang lebih sudah 9 bulan,saat pendekatan dan lima bulan pertama menjalin hubungan terasa begitu indah semua baik2 saja bahkan saya sempat komitmen akan melangkah ke jenjang yg lebih serius lagi. tapi sekarang feel saat pendekatan dan awal menjalin hubungan itu sekarang hilang dari diri saya. dan ini persis terjadi pada pacar pertama dulu sehingga saya memutus hubungan pada yg pertama.

pacar saya skrg begitu baik dan perhatian sama seperti pcar pertama, tp anehnya itu justru malah membuwat saya risih. saya mencoba berusaha menyukainya kembali tapi belum bisa. saya khawatirnya ini ada kelainan pada diri saya yang hanya menggebu saat pendekatan. apa yang mesti saya lalukan, jujur saya tidak berani memutuskan hubungan karena saya khawatir seperti pacar yang pertama yang begitu tersakiti dan saya juga khawatir kalau menjalin hubungan lagi akan terulang hal yang sama.

Jawaban: Untuk mas budi, trimakasi sebelumnya telah mempercayakan pada kami. Rasa bosen yang ada dalam diri setiap manusia adalah rasa yang alamiah saja terjadi. Namun taukah anda, jika rasa bosen yang dirasakan tersebut apabila di hadapkan pada suatu hubungan antar manusia, maka akan menjdi sebuah problem tersendiri.

Dan jika hal tersebut di turuti secara terus menerus, maka akan berdampak yang kurang baik bagi diri anda sendiri. Dampak kurang baik tersebut adalah seperti, kesukaran dalam menjalankan komitmen, janji, dan juga pendapming hidup di kemudian hari.

Ada beberapa hal yang sebaiknya untuk di rubah pada pola hubungan yang sedang anda jalani tersebut. Di antaranya adalah mencintai setiap apa yang anda miliki saat ini. syukuri segala yang ada, bukan berdasarkan pada apa yang tidak ada. Mengingat kembali komitmen yang telah di buat bersamanya, sebelum anda menuruti dan meyakini apa yang anda rasakan.

Akan lebih baik, jika hubungn yang telah anda jalani tersebut selama 9 bulan, segera untuk di sahkan ke jenjang perkawinan. Buatlah rencana jangka pendek dan jangka panjang dengannya. Ingat, bahwasanya setiap manusia di ciptakan tidak ada yang sempurna, selalu ada saja sisi kekurangan dan kelemahan yang di milikinya.

Ingatlah, bahwasanya sebuah hubungan cinta tak selamanya harus menuruti  keinginan tentang kesempurnaan, baik itu fisik maupun kondisi yang di hadapi dengan pasangan. Hubungan cinta yang di lalui akan selalu muncul ketidaknyamanan, ketidaksukaan, dan sedikit kebencian. Namun yang menjadi penyempurna cinta yang di lalui adalah saling pengertian, saling rela berkorban, saling memberi maaf, dan mensyukuri apa yang dimiliki saat ini dalam sebuah ikatan perkawinan yang sah. Dengan begitu kebahagiaan dalam mencinta akan terasa indah. Psikologi Mania