Bagaimana Cara Menangani Obsessive Compulsive Disorder?Nama : xxxputra
E-mail : ilhamxx@yahoo.com
Judul : cara mengatasi ocd (Obsessive Compulsive Disorder)
Isi Konsultasi : pak/ibu saya mau nanya nih gimana ya cara untuk menghilangkan penyakit ocd ? mohon penjelasannya

Jawaban

Hai Putra, bagaimana kabarnya? Semoga selalu baik dan sehat ya.

Mengenai OCD atau obsessive compulsive disorder, perlu diketahui bahwa hal ini bukanlah suatu penyakit. OCD merupakan gangguan psikologis, dimana seseorang mengalami obsesi terhadap suatu hal dan menunjukkannya dalam perilaku kompulsif (berulang-ulang). Misalnya seseorang yang terobsesi dengan kebersihan, lalu memunculkan perilaku mencuci tangan berulang-ulang kali secara tidak wajar. OCD bisa saja sangat mengganggu aktivitas, karena perilaku kompulsif yang dilakukan akan sangat memakan waktu, dan melelahkan.

Pengertian OCD ( Obsesive Complusive Disorder)

Obsessive compulsive disorder merupakan salah satu gangguan psikologis yang termasuk ke dalam gangguan kecemasan. Hal ini berarti, OCD adalah salah satu gangguan psikologis yang muncul pada diri individu yang disebabkan oleh kecemasan tertentu. Kecemasan yang berlebihan ini akan membuat individu sangat obsesif terhadap suatu hal ataupun situasi. Sedangkan kompulsif merupakan perilaku berulang yang dilakukan individu sebagai cara untuk menghadapi obsesinya.

Misalnya, seorang individu terlalu obsesif atau terobsesi dengan kebersihan tubuhnya. Nah, obsesi yang berlebihan terhadap kebersihan tubuh ini dimanifestasikan ke dalam perilaku kompulsif (perilaku yang berulang) untuk membersihkan dirinya. Nah, salah satu cara yang umum dilakukan untuk membersihkan diri adalah mandi. Mereka yang terobsesi dengan membersihkan diri ini, akan melakukan perilaku kompulsif berupa bolak – balik ke kamar mandi secara tidak normal, hal ini dilakukan untuk menuntaskan obsesinya akan kebersihan. Mereka akan mandi dalam rentang waktu dan juga interval yang tidak wajar, misalnya pagi hari mandi selama 4 kali, siang 4 kali, dan malam / sore 4 kali. Ini adalah “ritual” kompulsif yang muncul pada individu yang mengalami gangguan obsesif kompulsif (obsessive compulsive disorder / OCD).

Penyebab OCD (Obsesive Complusive Disorder)

Penyebab dari ocd memang belum banyak yang dapat di ketahui, namun faktor dari keturunan dan juga pengaruh kehidupan merupakan salah satu faktor yang diduga erat kaitannya dalam memicu munculnya Obsesive compulsive disorder. Selain daripada itu ada pula faktor lain yang dapat memunculkan adnya ocd diantaranya kelainan otak, Pola asuh dan juga keluarga, dampak infeksi.

Pengaruh keluarga: Pengaruh keluarga yang dimaksudkan yaitu adalah orang tua yang pencemas dan juga terlalu protektif dapat menjadi salah satu meningkatkan risiko seseorang untuk menderita obcsesive compulsive disorder.

Kelainan pada otak: meurut beberapa penelitian yang telah dilakukan bahwa terdapat kekurangan sebuah senyawa yaitu serotonin pada otak para penderita obsessive compulsive disorder (OCD). Serotonin ini lah zat atau senyawa yang berada di otak yang berfungsi dalam mengatur dan juga berfungsi untuk meliputi suasana hati, dan juga kecemasan, maupun pola tidur.

Dampak daripada infeksi: dampak daripada infeksi yang di maksud dalam teori ini yaitu, antibody yang mana dapat memicu dari munculna reaksi tubuh terhadap otak di bagian tertentu yang mana dapat memicu munculnya OCD. Gejala ocd ini pun biasanya muncul diakibatkan oleh adanya infeksi yang terjadi selama kurun waktu 7 sampai dengan 14 hari.

Gejala Obsessive Complusive Disorder

Mereka yang mengalami Obsessive compulsive disorder biasanya mengalami hal – hal seperti berikut

Gejala obsesif: Takut kotor atau terkontaminasi dengan kuman, takut jika mencelakai orang lain, takut untuk membuat kesalahan, takut untuk berpikir jahat ataupun berdosa, takut malu ataupun berprilaku sosial yang tak dapat diterima di lingkungan masyarakat, keraguan yang sangat berlebihan dan juga kebutuhan agar selalu dipercayai, perlu kerapian, dan juga seimbang ataupun ketepatan.

Gejala Komplusif: Berulangkali mencuci tangan, mandi, dan lain sebagainya, menolak berjabat tangan ataupun menyentuh pintu, seringkali berulang ulang dalam memeriksa, seperti kompor ataupun mengunci, terus berhitung, baik dalam pikiran maupun diucapkan dengan keras sambil ia melakukan tugas – tugas rutin, Mengulangi tugas yang sama berulang kali secara berlebhan, mengumpulkan ataupun menimbun barang tanpa memiliki maksud dan nilai yang jelas ataupun berarti, mengkonsumsi makanan – makanan tertentu. Biasanya mereka akan terjebak pada kata – kata, gambar ataupun pikiran, yang mana hal tersebut mengganggunya sehingga waktu tidur pun ikut terganggu.

Bagaimana Cara Mengatasi OCD?

Ada banyak pilihan cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi gangguan Obsessive compulsive disorder ini. Hal pertama, anda bisa mencoba untuk melakukan psikoterapi bernama CBT atau cognitive behavior therapy. CBT merupakan gabungan dari terapi behavior atau perilaku, dan juga terapi kognitif. Fungsi dari CBT ini adalah untuk menghilangkan perilaku kompulsif yang muncul, dengan menggunakan prinsip modifikasi perilaku, kemudian merubah pola pikir dengan cara melakukan restrukturisasi kognitif yang dilakukan dengan teknik atau pendekatan terapi kognitif. CBT sudah banyak dilakukan dan terbukti cukup efektif dalam mengatasi masalah OCD ini.

Untuk penerapannya sendiri, CBT membutuhkan waktu yang cukup panjang. Dari sisi behavior, anda bisa menggunakan prinsip modifikasi perilaku dengan melibatkan reward dan punishment. Misalnya saja, ketika orang yang mengalami OCD ini berhasil untuk menahan perilaku kompulsifnya, maka dia akan mendapatkan reward berupa hadiah. Selain itu, perlu diberikan pula tambahan latihan relaksasi untuk menurunkan tingkat kecemasan yang dirasakan oleh mereka yang mengalami OCD.

Dari sisi kognitif, banyak orang yang mengalami OCD memiliki pikiran yang tidak rasional (irrational beliefs). Karena itu dibutuhkan restrukturisasi kognitif untuk membuat agar mereka yang mengalami OCD mampu berpikir rasional tentang obsesi yang dimilikinya. Cara termudah untuk merubah pikiran irasional ini adalah dengan cara meng-counter atau melawan pikiran irasional yang dimiliki dengan fakta-fakta yang ada. Misalnya ketika seseorang terobsesi dengan kebersihan, anda bisa “menantangnya” dengan mengatakan bahwa kebersihan itu memang penting, tapi tidak perlu dilakukan setiap saat. Anda juga bisa menambahkan data-data berupa hasil penelitian ataupun fakta yang dapat membantu merubah pola pikirnya.

Untuk lebih lengkap jika anda ingin menyembuhkan OCD anda, maka dianjurkan untuk segera berobat ke pada professional psikolog terdekat. Agar nantinya dapat di tangani dengan baik dan kondusif. Itulah penjelasan singkat mengenai bagaimana cara untuk mengatasi gangguan OCD. Selamat mencoba dan semoga berhasil. Psikologi Mania