Bagaimana Cara Memilih Calon Suami Idaman ?Calon Suami Idaman – Memilih pasangan tidak sama dengan memilih baju yang ada di mall. Berbeda pula seperti memilih menu makanan yang akan dipesan. Mungkin anda bisa membeli baju dan memilih menu makan dengan asal. Jika tidak sesuai selera bisa beli baju baru atau beli makanan lain yang pas dengan lidah. Baik memilih baju atau makanan, masih ada waktu untuk mengganti pilihan jika pilihan pertama tidak sesuai harapan.

Berbeda jauh dengan memilih suami. Anda tidak bisa asal pilih. Mau dengannya karena ia kaya. Mau dengannya karena ia adalah orang yang dewasa. Atau memilih dia karena ia adalah orang yang tampan. Suami bukanlah barang yang mahal, atau orang tua yang sekedar mengasuh anak, atau pemandangan yang sedap dipandang. Suami adalah pasangan yang akan setia dan mau hidup bersama mendampingi anda.

Calon Suami Idaman

Suami bukan sekedar pendamping. Namun ia adalah pertener kerja yang baik. Untuk anda nantinya dan pemimpin untuk anak – anak anda di masa depan. Oleh sebab itu, dalam memilih seorang suami di pertimbangan yang matang. Karena ialah yang akan bersama dengan anda dalam waktu yang lama dan tidak bisa di gantikan.

Bagi wanita yang sudah berusia matang, kegundahan dalam memilih suami ini adalah suatu peristiwa yang wajar.

Pengen segera menikah, namun belum ada yang cocok dengan diri anda.

Sudah ada calon, namun kok rasanya masih ada yang kurang.

Mau cari sendiri, tapi kok ya tidak kunjung dapat. Mau dicarikan orang tua, tapi takut tidak cocok.

Bahkan beberapa akhirnya memutuskan untuk hidup sendiri. Bisa jadi karena ia sudah lelah mencari ke mana-mana dan tak juga kunjung bertemu.

Ada juga yang akhirnya menjadi perawan tua yang tak laku-laku.

Untuk wanita, kamu harus tahu masalah ini !

Bagi wanita, suami bukanlah orang yang bisa dinikahi secara suka-suka. Tentu saja ia memilih lelaki dari banyak segi. Jika dibuat list mungkin kriterianya sangat tinggi, ketat, dan susah untuk di cari. Rasanya ingin suami yang super. Ia kaya, tampan, beragama, baik, perhatian, suka menabung, dan berbagai pertimbangan lain.

Suami yang seperti itu TIDAK ADA!

Perlu wanita tahu, tidak ada suami yang benar – benar sempurna dalam dunia. Semua memiliki batas kelebihan dan kekurangan. Suami seperti itu hanya ada dalam bayangan anda saja. Sebaik – baik orang, pasti memiliki kekurangan. Hal ini tergantung, bagaimana ia mengatasi kekurangan tersebut.

Sudah ada calon, tapi bingung pilih yang mana ?

Calon Suami Idaman – Jika anda adalah wanita yang masuk dalam kategori ini, berti anda adalah orang yang beruntung. Sebab diri anda sedang diperebutkan oleh beberapa lelaki yang mungkin idaman bagi beberapa wanita lain.

Mungkin anda bingung menentukan, calon mana yang pantas mendampingi hidup anda nantinya. Saya akan membantu mengatasi beberapa kegundahan anda. Sebelum menentukan calon mana, coba perhatikan 4 aspek ini :

  1. Ketampanan
  2. Kekayaan
  3. Keturunan
  4. Agama

Jika calon pertema anda adalah orang yang tampan, anda bisa memberi kelebihan 1 poin. Jika ia kaya, maka berilah kelebihan 1 poin. Namun ia berasal dari keturunan yang buruk. Misal ayahnya dulu pecandu narkoba. Berikan poin 0 pada bagian keturunan. Lantas ia juga tidak solat (bagi beragama islam) atau tidak ke gereja (kristen). Beri poin 0 pada kolom agama.

Jika calon ke dua adalah orang yang tidak tampan atau kurang tampan, maka beri poin 0 pada ketampanan. Namun ia juga tidak kaya, meskipun pintar. Maka tetap beri poin 0 pada kekayaan. Untung diia berasal dari keturunan orang baik. Kedua orang tuanya adalah orang yang disegani karena kesederhanaanya. Maka beri poin 1. Lantas, pemuda itu adalah orang yang rajin beribadah dan mengaji. Maka beri poin 10.

Mengapa ?

Calon Suami Idaman – Baik itu tampan, kaya, dan keturunan, semua itu bisa hilang sendiri. Berjalannya waktu bisa melunturkan kekayaan dan ketampanan. Keturunan yang baik juga hanya berlaku di sebagian tempat saja. Namun agama dan keimanan adalah suatu hal yang tidak bisa luntur. Jika ia adalah orang beragama, dimanapun anda berada, dalam kondisi apapun, ia akan baik dan menghormati anda. Tidak menyakiti anda, tidak mendurhakai orang tua anda, dan senantiasa menuntun anda ke jalan yang lebih baik.

Maka yakinlah bahwa saat ada orang yang baik datang untuk menyampaikan maksud dengan keluarga, maka sebaiknya ia diterima. Permasalahan ia mampu atau tidak menyediakan resepsi itu urusan nanti, karena saat anda telah bersama akan banyak hal-hal yang harus di capai bersama, bukan hanya sekedar resepsi yang singkat. By: Izzatur Rosyida


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia