Bagaimana Cara Agar Bebas Bisa Menjadi Diri Sendiri

Bagaimana Cara Agar Bebas Bisa Menjadi Diri Sendiri

January 23, 2017 Off By admin

Bagaimana Cara Agar Bebas Bisa Menjadi Diri SendiriNama : Tara
E-mail : dearmyzixxi@yahoo.com
Judul : ingin bebas menjadi diri sendiri
Isi Konsultasi : Saya mau tanya masalah hubungan antara ortu dg anak, terutama ayah dg anak. Sbg ortu, ayah seringkali tak peduli dengan anaknya, tidak peduli dengan kegiatan, prestasi, kebutuhan, dan masalah yg sdg dihadapi anak, sekalipun tau apa saya butuhkan mlh yg diberikan sesuatu yg lain yg beliau sukai tanpa mempedulikan apakah saya membutuhkan & menyukainya atau tidak.

Bukannya saya tdk menghargai pemberiannya, tapi begitu tdk mengenal kah beliau pd anaknya? Beliau hnya mementingkan perasaannya sendiri & cenderung memaksakan apa yang beliau inginkan terhadap anak walaupun itu di atas kemampuan saya. Sehingga saya sebagi anak merasa tdk dihargai, tdk bebas mejadi diri sendiri & merasa takut melakukan sesuatu krn takut dimarahi.

Menjadi Diri Sendiri – pernah suatu kali saya menentang perkataan beliau karena saya sudah tak tahan dengan sifatnya yang egois malah balik dimarahi dengan menganggap saya sebagi anak yang durhaka & tak tau terima kasih karena telah disekolahkan & dikuliahkan dengan uang hasil kerja kerasnya (pdhl slma sekolah-kuliah saya tak prnh memilih sendiri di tempat mana yg tepat untuk saya untuk mencari ilmu dan jurusan apa yg saya impikan+aku kuasai, semua ayah yg menentukan,

jika saya tak menurutinya maka aku terancam tak disekolahkan sedangkan jurusan yg dipilihnya sama sekali tidak saya kuasai & tidak kuinginkan, sehingga selama masa2 kuliah saya lewati dengan terpaksa & merasa tertekan) itulah yg menyebabkan saya tidak bisa dekat dengan beliau, walaupun terkadang ayah menginginkan saya agar bisa ngobrol dengan beliau tapi saya sdh terlanjur kecewa sehingga enggan jika skedar menonton tv bersama & merasa ada jarak dengan beliau.

Menjadi Diri Sendiri – Selain itu, di umurku yg sudah menginjak 20 tahun saya blm punya ruang privasi (kamar tidur sendiri) dan ortu kurang menghargai privasi saya sehingga saya tdk punya tempat jika ingin menyendiri & tdk merasa bebas melakukan sesuatu yg saya inginkan (berpikir kreatif) & sering dianggap masih kecil oleh ayah & ibu saya. Salahkah saya jika menyimpan rasa marah & kecewa thd ayah yg menurut saya jauh dari sosok ayah yg sebenarnya? Haruskah saya selalu menuruti permintaan beliau walaupun terkadang di luar kemampuan saya? Apakah ada dampak psikis krn ortu tdk memberikan ruang privasi utk saya? Mohon penjelasannya.

Jawaban

Menjadi Diri Sendiri – Berdasarkan apa yang anda tuturkan, saya cukup prihatin, tentu anda merasa sangat tertekan dan sulit untuk mengungkapkan ekspresi dalam kondisi tersebut. Terkadang memang harapan orang tua terhadap anaknya sebegitu tingginya sehingga tak jarang orang tua yang cenderung untuk memaksakan kehendak. Yang mana kehendak yang dia inginkan, haruslah dituruti oleh anaknya.

Penting sekali sebagai orang tua kita untuk menanyakan dahulu apa kemauan anak, baik itu terkait dengan studi pendidikan, bidang minatan, karir, hingga masa depan bersama pasangan. Kita sebagai orang tua kewajibannya adalah membimbing anak jika apa yang dilakukannya menyimpang di jalan kebenaran.

Untuk anda dalam menghadapinya, tidak ada cara lain selain anda untuk mengkomunikasikan hal yang menjadi ketidaksetujuan anda. Lalu bagaimana caranya saat apa yang kita katakana justru dianggapnya sebagai simbol perlawanan?

Nah ini dia sebenarnya yang menjadi penyebab mengapa kita tidak didengarkan oleh orang tua. Ya sebuah gaya bahasa yang cenderung menentang. Tentu siapapun dalam kondisi di bantah ataupun ditentang, akan muncul rasa marah, dan ingin sesegera mungkin untuk membalas. Oleh sebab itu jika memang ada ketidaksetujuan yang hendak kita ungkapkan sebaiknya mencari momen yang tepat. Jangan sampai momen yang di gunakann adalah momen di saat ia sedang kesal terhadap anda/ memarahi anda.

Jika orang tua sedang marah, dengan bersabar sebaiknya kita mendengarkan terlebih dahulu, walaupun memang kemarahan sang ayah tersebut tidak tepat. Setelah anda mendengarkan, cobalah untuk menurut terlebih dahulu. Setelah itu maka di waktu yang lain atau saat waktu santai, anda dapat mengungkapkan apa yang menjadi harapan dan unek-unek anda. Tentu dengan menggunakan bahasa yang baik dan santun. Ingat dalam mengungkapkan tahan emosi anda, dan bersabar dengan respon dari sang ayah. Karena pada dasarnya ayah anda hanya ingin anda menurut dan tidak di bantah.

Selain itu sebenarnya ayah anda rindu saat-saat ia menginginkan untuk bercengkrama dan akrab dengan istri maupun anak-anaknya.

Ruang Privat

Ruang privat ini memang menjadi problem keluarga diindonesia. Tidak semua keluarga mampu untuk menyediakan ruang privat bagi anak-anaknya. Ruang privat dalam artian adalah ruang yang dapat di gunakan oleh seorang anak untuk menyendiri dan berekspresi. Toh kondisi ekonomi terkadang yang membut suatu keluarga tidak mampu menyediakan kamar lain untuk anak-anaknya. Akibatnya di saat anak sedang ingin menyendiri, eh ternyata ibu/ ayah justru nimbrung disitu dan menonton televisi dengan suara nyaring. Atau di saat kita sedang ingin sendiri bercengkrama dengan sahabat lewat pesan atau televon, justur ada orang tua di dekat kita, tentu tidak nyaman bukan. Namun kita harus bersabar, karena hal tersebut tidak menjadi kehendak pula oleh orang tua kita, keadaanlah yang menyebabkan itu terjadi.

Jika yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kondisi yang anda alami dapat menyebabkan gangguan psikologis? Terjadi apa tidaknya gangguan psikologis adalah, sangat mungkin terjadi dan berpotensi. Segala kejadian yang membuat kita tertekan, selalu saja berdampak menimbulkan konsekuensi tersendiri. Oleh karena itu jika dalam kondisi tersebut, cobalah untuk bertekad dan berusaha selalu memandang dari sudut pandang yang lebih luas.

Berpikir positif selalu dalam berpikir adalah cara yang dapat kita lakukan untuk menghindari dampak gangguan psikologis tersebut. Langkah lain agar anda dapat menjadi diri anda sendiri, ikutlah beberapa kegiatan sosoial di lingkungan anda, atau tempat anda menuntut ilmu. Dengan begitu anda akan disibukkan dengan kegiatan di luar rumah, sehingga kejenuhan di dalam rumah dapat teratasi.

Menjadi Diri Sendiri – Ikuti pula kegiatan keagamaan, karena dengan kembali meningkatkan spiritual maka hal positif akan lebih  mudah ditumbuhkan dari dalam diri kita. Menjadi orang yang sukses akan sia-sia manakala kita tak berbakti kepada orang tua. Maka jika kita berbakti kepada orang tua maka doa mereka akan selalu menyertai kita. Dan kesuksesan akan dengan mudah terbuka dan kita dapatkan nantinya. Semoga berhasil dan sukses. Psikologi Mania