Badan Sakit Namun Setelah Di Cek Tidak Apa-apa, Apakah Ini Gejala Psikosomatis?Nama : MUKHSIN
E-mail : shenxx@yahoo.co.id
Judul : Sering merasakan sakit di bagian2 tubuh (Menderita gangguan dan gejala psikosomatis)
Isi Konsultasi : Saya punya mertua, umurnya 56 tahun, bekerja sbg pengawas lapangan di PTPN 7, keluhannya sering merasakan sakit dibbrp bagian tubuhnya. keluhannya mulai muncul sekitar 6 bulan yg lalu. sudah 5 kali berobat ke dokter spesialis, diantaranya dokter penyakit dalam & dokter syaraf. Setelah dilakukan medical check up ternyata tidak ditemukan penyakit apapun, alias sehat2 saja. Perasaan sakit yang dirasakannya bervariasi, diantaranya; ngilu dilengan, perasaan panas & dingin dikaki, kram lutut, panas didada, panas diperut, sakit kepala. Sy pnh membaca bbrp artikel psikologi, hal semacam itu trmsk gejala psikosomatis. Yg ingin sy tanyakan mungkinkah mertua sy menderita psikosomatis? Kemana seharusnya sy membawa mertua saya berobat? terima kasih atas bantuannya.

Jawaban

Gejala psikosomatis -Trimakasih sebelumnya untk bapak muksin. Untuk diagnosis psikosomatis tentu untuk melakukannya dengan akurat, saya harus memastikan secara tidak langsung melalui observasi dan wawancara lanjutan terhadap orang yang bersangkutan. Namun dari apa yang anda ceritakan, mungkin saja hal tersebut merupakan pertanda ayah mertua anda mengalami hal yang demikian.

Gejala Psikosomatis

Untuk diketahui bahwa, psikosomatis adalah sebuah penyakit fisik yang mana hal tersebut disebabkan oleh sebuah kondisi mental ataupun emosi penderitanya, mulai dari sakit kepala, sesak napas, jantung berdebar, badan lemas lunglai tidak bertenaga, sulit untuk tidur, sakit maag, lumpuh, mata berkunang-kunang, dan masih banyak lagi.

Banyak dari para penderita psikosomatis yang tidak menyadarinya. Mereka ini biasanya akan berusaha sembuh daripada sakit yang dideritanya dengan cara berobat terus menerus, akan tetapi mereka tak dapat sembu. Karena dokter yang memeriksanya secara fisik tak menemukan penyakit yang tengah di keluhkannya. Walaupun ada perubahan biasanya intensitas daripada penyakitnya tersebut menurun akan tetapi tak dapat membuatnya sembuh secara total. Selang beberapa saat hal tersebut biasanya akan kambuh lagi dan justru terkadang bisa lebih parah dari yang sebelumnya terjadi.

Apabila seorang manusia tersebut tengah menghadapi sebuah konflik, maka hal tersebut dapat memperlihatkan hal yang tak normal (abnormal). Khususnya di skala peningkatan ataupun frekuensi gejala. Artinya ornag yang bersangkutan (penderita psikosomatis) mengalami gangguan yang dirasa lebih berat ketimbang mereka yang bukan penderita psikosomatis. Konflik dari tubuh sebenarnya merupakan akibat dari terjadinya persaingan antara keinginan – keinginan yang bertentangan hingga menimbulkan ketegangan jiwa.

Misalnya saja, orang yang memiliki sakit perut pada saat sedang/ akan menghadapi ujian, terdapat dua keinginan yang berlawanan, di satu sisi ia tau bahwa ujian tersebut adalah hal yang sangat penting dan harus ia laksanakan, akan tetapi ia memiliki ketakutan akan gagal jika ia tak siap untuk menghadapinya. Hal inilah yang menimbulkan implus yang bertentangan.

Saran dari saya mengenai permasalahan yang di hadapi oleh mertua anda, coba dahulu selidiki permasalahan di pekerjaan yang di alami oleh mertua anda. Bisa jadi, ia mengalami problem yang berat di tempat pekerjaannya ataupun dalam kehidupan sehari-hari yang tengah ia pendam dan simpan.

Ajaklah anggota keluarga lain untuk selalu memberikan penguatan pada mertua anda. Dengan dukungan secara moril, harapannya apa yang tengah di alami oleh mertua anda dapat diselesaikan dengan baik.

Untuk membawa berobat, disarankan untuk terlebih dahulu datang ke psikolog klinis, atau ke tempat psikiater terdekat di daerah anda. Anda dapat menemukan jasa psikolog di beberapa biro-biro penyedia layanan psikologi. Atau anda dapat pula langsung datang ke rumah sakit terdekat di kota anda. Biasanya sekarang rumah sakit memiliki poli bidan psikologi ataupun psikiatri. Semoga dapat membantu mertua anda. Psikologi Mania


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia