Apa Sih Yang Membedakan Antara Trauma Dan Fobia?

Apa Sih Yang Membedakan Antara Trauma Dan Fobia?

January 18, 2017 Off By admin

Apa Sih Yang Membedakan Antara Trauma Dan Fobia?Nama : mira xx
E-mail : almixxri@gxxil.com
Judul : trauma dan Phobia
Isi Konsultasi : saya masih bingung bagaimana membedakan 1. trauma dan fobia. 2. kecemasan, panik dan takut

Hai mira, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat ya.

Yuk, kita lihat satu per satu, mengenai perbedaan antara trauma dan phobia terlebih dahulu. Trauma merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami suatu hal yang sifatnya traumatik. Artinya, suatu kejadian yang dialami oleh orang tersebut sangat membekas dan menimbulkan suatu kenangan yang seringkali mengganggu. Misalnya saja, seseorang dicopet di dalam angkot. Hal ini bisa saja menimbulkan trauma. Trauma juga bisa diasosiasikan dengan kondisi yang menimbulkan luka batin. Misalnya saja ditinggalkan oleh anggota keluarga.

Standar trauma dalam diri seseorang berbeda – beda. Meskipun suatu kejadian bisa dikatakan sebagai suatu kejadian traumatik, namun tidak semua orang akan mengalami trauma. Misalnya saja, seseorang mungkin akan mengalami trauma ketika pernah dicopet di dalam angkutan umum, namun ada orang yang merasa biasa saja dan tidak mengalami trauma ketika dicopet di angkutan umum.

Apa itu Phobia?

Phobia, atau fobia merupakan suatu istilah yang secara psikologis diartikan sebagai kecemasan atau ketakutan yang tidak masuk akal terhadap sesuatu, bisa terhadap benda, makhluk hidup, ataupun situasi tertentu. Phobia bisa muncul karena berbagai macam hal, salah satunya adalah karena trauma. Namun demikian, bukan berarti trauma pasti akan menyebabkan terjadinya phobia ya.

Sebelumnya kita juga perlu mengetahui ciri-ciri dan jenis dari phobia itu sendiri;

  1. Gangguan Cemas Fobik Spesifik

Pada gangguan ini memiliki tipe hanya khwatir ataupun mengalami kecemasan di saat kondisi terentu semata. Biasanya kondisi ini pun akan dihindari agar kecemasannya tak akan muncul lagi. Misalkan saja adalah seperti takut ketinggian, takut pada tempat yang tertutup, takut pada binatang tertentu. Kebanyakan hal ini pun seringkali dianggap sebagai hal biasa, karena jika tak ditemui pencetusnya, maka orang tersebut data merasakan aman-aman saja.

  1. Gangguan Kecemasan Menyeluruh

Gangguan dengan tipe ini biasanya seringkali dialami sebagian wanita daripada pria. Kebanyakan para pasien akan sangat mengeluh saat perasaan khawaitir tersebut muncul secara berlebihan dan tak rasional. Kecemasan yang cenderung berlebihan ini tak dapat dilawan dan juga mengenai hampir keseluruhan aspek kehidupan para penderitanya. Paling sering mereka yang mengalaminya adalah tentang kesehatan, masa depan, dan keluarga. walaupun di dalam prakteknya pasien dengan gangguan cemas menyeluruh ini tak selalu murni hanya mengeluh kekhawatiran yang berlebihan, terkadang ia mengalami pula sedikit gejala-gejala otonom seperti pada jantung yang berdebar dan sesak napas. Ada pula kalanya ia juga mengalami keringat dingin maupun gemetaran.

  1. Gangguan Kecemasan Panik

Kondisi ataupun phobia yang seringkali diartikan sebagai sebuah serangan panic yang mana ia berlangsung secara tiba – tiba dan memang menakutkan bagi banyak orang. Orang pun akan langsung terpikirkan mengalami serangan jantung dan jika mengalami hal ini. Jalan pertama untuk mengatasinya adalah dengan langsung menuju IGD RS terdekat.

  1. Gangguan Cemas Phobia Sosial

Gangguan cemas phobia sosial atau yang sering kali disebut dengan phobia sosial merupakan tipe gangguan kecemasan yang ditandai dengan munculnya kecemasan yang berada dalam posisi diperhatikan, dinilai ataupun di ruang public di mana ia mengalami kekhawatiran jika menjadi pusat perhatian.

  1. Gangguan Stess Pasca Trauma

Gangguan kecemasan tipe ini biasanya ada dalam peristiwa yang menyebabkan terauma pada diri dan juga mengancam integritas (keutuhan) diri sendiri. Misalnya saja ia lolos dari kecelakaan maut, perkosaan, dan lain sebagainya yang mana peristiwa tersebut menjadi pemicu terjadinya gangguan ini (stress pasca trauma).

Dari beberapa jenis dan tipe phobia di atas kita dapat menyimpulkan yang manakah yang sesuai dengan yang anda maksud. Namun hal ini perlu di pertimbangkan dengan sangat detail jika memvonis gangguan phobia. Karena sifatnya gangguan ini adalah sesuatu yang berat.

Rasa takut dan cemas yang dialami oleh mereka yang phobia biasanya sangatlah berlebihan, misalnya sampai mengeluarkan keringat dingin, gemetar, sesak nafas, badan terasa kaku dan kram, perasaan seperti hampir mati, jantung berdebar, ketika dihadapkan pada situasi / objek / makhluk hidup yang ditakutinya. Rasa takut akan suatu hal yang wajar bukan termasuk phobia. Misalnya, ada lebah sedang terbang, dan kita berusaha untuk menghindarinya, hal ini bukanlah suatu fobia. Namun apabila ketika ada seekor lebah terbang sendiri, dari jarak 100 meter saja anda sudah berteriak-teriak, dan muncul gejala yang telah disebutkan di atas, maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai fobia.

Kecemasan dan panik, apabila dilihat dari sisi psikologis bisa dikatakan hampir mirip. Kedua-duanya memiliki gejala yang sama, seperti misalnya badan gemetar, berkeringat dingin, dan sebagainya. Keduanya bisa saling berhubungan, misalnya kecemasan menimbulkan rasa panik, begitu juga sebaliknya, dimana kepanikan bisa juga menimbulkan rasa cemas. Dalam diagnosa gangguan jiwa (DSM IV-TR) sendiri, gangguan panik dan gangguan kecemasan berada di dalam satu bagian yang sama.

Sedangkan rasa takut sendiri bisa dibilang lebih mengarah kepada sesuatu yang masuk akal. Takut akan hewan buas, karena takut diserang. Atau takut kehilangan orang yang dicintai. Berbeda dengan kecemasan dan juga phobia, yang cenderung tidak masuk akal, misalnya khawatir apabila air dapat mengakhiri hidup seseorang (pada mereka yang fobia air), atau khawatir nantinya akan terjadi suatu hal yang sangat buruk di dalam lift (bagi mereka yang mengalami fobia terhadap ruangan tertutup).

Nah, kira-kira seperti itulah perbedaan antara fobia, trauma, rasa cemas, takut, dan juga panik. Semoga penjelasan tersebut bisa dipahami.  Psikologi Mania