Apa Itu Kebahagiaan? Pandangan Ilmu Psikologi Mengenai KebahagiaanApa itu Kebahagiaan? Kebahagiaan, pasti anda sering sekali mendengar istilah ini bukan? Banyak yang mengatakan bahwa kebahagiaan itu sebenarnya bisa dicapai apabila berusaha, namun ada juga yang mengatakan bahwa sebenarnya kebahagiaan itu tidak ada, yang ada hanyalah respon afeksi seseorang terhadap situasi tertentu saja.

Namun, terlepas dari semua itu, sebenarnya apa itu kebahagiaan? Ilmu psikologi juga memberikan pandangan sendiri terhadap apa itu kebahagiaan. Dalam psikologi, kebahagiaan juga dikenal sebagai istilah well being. Apa itu well being, dan hubungannya dengan kebahagiaan? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Kebahagiaan dan Well Being?

Konsep dari well being mengacu pada bagaimana seseorang bisa berfungsi secara optimal dalam hal psikologisnya. Subjective well being didefinisikan sebagai sebuah cara bagaimana seseorang melakukan evaluasi terhadap kehidupan mereka (Diener, Suh, Oishi, 1997). Selain itu, tokoh lainnya juga mengatakan bahwa subjective well being adalah penilaian keseluruhan kehidupan yang mengacu pada dua sumber informasi, yaitu sumber informasi kognitif, yang berhubungan dengan standar kepuasan masing –masing individu, dan juga informasi afektif, yang berkaitan dengan bagaimana seseorang merasakan sesuatu di dalam situasi tertentu. Berikut ini penjelasannya :

  1. Informasi atau komponen kognitif

Kepuasan hidup (life satisfaction) merupakan bagian dari dimensi kognitif dari subjective well-being. Life satisfaction (Diener, 1994) merupakan penilaian kognitif seseorang mengenai kehidupannya, apakah kehidupan yang dijalaninya berjalan dengan baik. Ini merupakan perasaan cukup, damai dan puas, dari kesenjangan antara keinginan dan kebutuhan dengan pencapaian dan pemenuhan.

Campbell, Converse, dan Rodgers (dalam Diener, 1994) mengatakan bahwa kompoen kognitif ini merupakan kesenjangan yang dipersepsikan antara keinginan dan pencapaiannya apakah terpenuhi atau tidak.

  1. Informasi atau komponen afektif

komponen afektif dari subjective well being ini terdiri dari afek atau emosi, dan juga mood yang menyenangkan, maupun yang tidak menyenangkan. Orang bereaksi dengan emosi yang menyenangkan ketika mereka menganggap sesuatu yang baik terjadi pada diri mereka, dan bereaksi dengan emosi yang tidak menyenangkan ketika menganggap sesuatu yang buruk terjadi pada mereka

Veenhoven menekankan subjective well being sebagai sebuah overall happiness, atau kebahagiaan secara menyeluruh yang berkaitan dengan adanya kepuasan hidup. Disimpulkan pula bahwa kebahagiaan hidup bisa diperoleh melalui penilaian subjective well being seseorang, yang mana ketika seseorang memiliki subjective well being yang baik, hal ini akan membuat seseorang memiliki kebahagiaan yang penuh dan menyeluruh.

Banyak orang disebut memiliki subjective well being yang baik dan tinggi apabila mereka memiliki banyak emosi positif di dalam diri mereka. Terutama ketika seseorang banyak terlibat dalam kegiatan yang menarik, dan juga saat mereka merasa puas dengan kehidupan mereka yang sudah dijalani.

Kebahagiaan sendiri banyak didefinisikan sebagai sebuah kondisi emosi yang berkaitan erat dengan well being. Kebahagiaan banyak merefleksikan penilaian seseorang terhadap keseluruhan well being nya, yang membuat seseorang memiliki optimalisasi psikologis di dalam dirinya.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai apa itu kebahagiaan, dan juga bagaimana relasi antara kebahagian secara menyeluruh, dengan kepuasan hidup, subjective well being, dan juga emosi-emosi positif yang muncul pada diri seseorang. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda semua mengenai masalah apa itu kebahagiaan.(Eduardus Pambudi)