Anda Suka Menggigiti Kuku? Ternyata Ada Maknanya Lho

Entah sadar atau tidak terkadang seseorang menggigiti kuku saat beraktivitas atau berkonsentrasi terhadap sesuatu. Bagi beberapa orang kegiatan tersebut tidak memiliki makna atau dianggap biasa saja, namun nyatanya menurut penelitian dari Universitas Montreal, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih cenderung memberikan gambaran seperti apa karakter orang tersebut.

Faktanya, terlepas dari penelitian tersebut banyak orang beranggapan bahwa orang-orang yang menggigiti kuku termasuk orang yang gampang gugup dan selalu merasa khawatir. Mereka mengalihkan rasa takut dan gugupnya dengan cara menggigiti kuku. Apakah anggapan ini benar? Anda penasaran? Mari kita simak ulasan yang didasarkan oleh penelitian dari Universitas Montreal berikut ini :

  1. Orang yang Efisien

Anda Suka Menggigiti Kuku? Ternyata Ada Maknanya Lho

Maksudnya disini Anda tidak bisa melakukan sesuatu seperti orang pada umumnya khususnya dalam hal kecepatan. Anda yang suka menggigiti kuku justru menginginkan segala sesuatunya bisa selesai secepat dan seefisen mungkin.

  1. Mudah Merasa Bosan Dan Tidak Sabar Ketika Tujuan Tak Kunjung Tercapai

BosanTahukah Anda bahwa menggigiti kuku juga menggambarkan sifat Anda sebagai seseorang yang ambisius dan tidak mudah menyerah dalam mencapai tujuan hidup Anda. Sifat positif ini akan membuat Anda menjadi orang yang mungkin saja work-holic.

  1. Tanda Bahwa Tubuh Anda Sedang Mengisi Ulang Energi

sedang beristirahatKegiatan menggigiti kuku ini ternyata menjadi simbol atau tanda yang dikirimkan oleh tubuh Anda, dimana tanda ini berarti tubuh Anda sedang melakukan pengisian ulang energi. Tubuh Anda sedang berusaha untuk meraih energi yang lebih banyak bagi Anda untuk beraktivitas.

Jadi apakah Anda termasuk ke dalam kategori orang yang memiliki kebiasaan ini? Banggalah bahwa faktanya kegiatan menggigiti kuku ini ternyata menggambarkan sifat-sifat positif yang Anda miliki. Namun bagi Anda yang merasa bahwa kegiatan ini mengganggu dan menyulitkan Anda sebaiknya Anda menyikapi hal ini dengan serius.

Berdasarkan pernyataan dari professor yang memimpin riset di Universitas Montreal tersebut, Dr. Kieron O’Connor sebaiknya Anda yang ingin mengurangi kebiasaan ini dapat mencari kegiatan positif lain untuk mengalihkan kebiasaan Anda. Selain itu Anda juga dapat melakukan terapi kognitif untuk menghindarinya. Mirza Miranti