Anak Kurang Konsntrasi Belajar, Apa Yang Harus Dilakukan?Nama : Fitri ardi
E-mail : fitriardi_xxxt@yahoo.com
Judul : Anak kurang kosentrasi belajar
Isi Konsultasi : Saya punya dua anak dgn jarak umur yg dekat. Satu umur 9 thn kls 4 sd. Satu lagi umur 8 thn kls 3 sd. Kedua nya sama2 tidak fokus dalam konsentrasi belajar. Baik disekolah dan dirumah. Latihan sekolah jarang yang selesai. Dan dia mrka lbh banyak bermain. Hal sekecil apapun bisa jadi mainan bagi mereka. Dirumah saya bimbing belajarnya. Tp saya tdk bisa mengontrol scra full kalau di sekolah. Bagaimana solusi agar anak2 saya bisa fokus dlm hal2 tertentu di luar game min ?? Terima kasih

Jawaban

Konsntrasi belajar – Selamat siang fitri, semoga walaupun siang atau malam, semangat tetap membara seperti di pagi hari ya. Sebelum menjawab permasalahan yang anda keluhkan, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu rentang perkembangan anak. dimana anak usia sekolah dasar menurut piaget salah seorang tokoh psikologi perkembangan menyatakan bahwa, pemikiran anak di masa sekolah dasar disebut pula dengan pemikiran operasional kongkrit, yang mana artinya aktivitas mental yang difokuskan terhadap objek – objek peristiwa nyata (konkret). Dalam upayanya memahami alam sekitarnya mereka tak lagi terlalu mengandalkan informasi yang hadir atau bersumber dari panca indra, dikarenakan mereka telah memiliki kemampuan untuk membedakan apa saja yang nampak oleh mata dengan kenyataan yang ada (kekuatan logika).

Sedangkan menurut teori perkembangan psikologi dari Kolhberg menganalisis perkembangan seorang anak usia 6-12 tahun ke dalam dua tahapan yang pertama adalah usia 6 sampai dengan 10 tahun. Anak di usia ini telah mampu menilai hukuman ataupun sebab akibat dari apa yang diterimanya berdasarkan hukuman dari sebuah kesalahan yang telah di lakukannya. Sehingga anak pun telah dapat mengetahui bahwa setiap perilaku baik akan mampu membuat mereka jauh dari hukuman (tidak mendapatkan hukuman)

Sedangkan di tahap kedua usia 10 sampai dengan 12 tahun, memiliki karakteristik pemikiran yang mampu berpikir secara bijaksana. Hal ini pun ditandapi dengan beberapa perilaku sesuai dengan aturan moral yang di percayai.

Menurut sumantri dan juga sukmadinata dalam wardani (2012) menyatakan bahwa karakteristik anak di usia sekolah dasar yaitu adalah (1) Senang bermain, (2) senang bekerja dalam keompok, (3) senang bergerak, dan yang terakhir (4) senang merasakan atau melakukan segala sesuatu secara langsung.

Penyebab Anak Kurang Konsentrasi Belajar

Dari beberapa penjelasan mengenai karakteristik perkembangan anak tersebut dapat kita lihat bahwa, anak usia anak anda adalah 8-9 tahun seperti anak anda tentunya, cendrung untuk menyenangi hal-hal yang besifat konkret. Asli secara nyata. Selain itu karakteristik anak sekolah dasar seperti anak mba fitri adalah masih menyenangi dunia bermain, senang bekerja sama dalam kelompok, aktif bergerak, dan senang merasakan segala sesuatu secara langsung.

Untuk itulah barangkali apa yang terjadi pada anak anda adalah bentuk dari kondisi yang mereka rasakan saat ini. seperti kebosanan dengan rutinitas yang monoton dan cendrung formal seperti di dalamm kelas.

Memang sebaiknya kita harus memahami dahulu kondisi anak, kita saat ini sebelum menetapkan perintah dan harapan kepada mereka. Apakah ia memiliki permasalahan dalam belajarnya ataukah tidak. Permasalahan yang terjadi dari kurang konsentrasi belajarnya anak tersebut bisa saja beragam sebab seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, mulai dari kesulitan dalam hal mata pelajaran, jenuh dengan kegiatan di sekolah, kecapean, butuh refreshing, dan lain sebagainya.

Bermain game mungkin bagi anak anda adalah refreshing guna menghilangkan rasa jenuhnya setelah beraktivitas. Namun yang menjadi masalah adalah, anak anda keterusan dalam bermain game bukan?

Untuk itulah mungkin bisa dilakukan teknik reward and punishment pada anak. Karena di usia seperti itu anak menyenangi hal-hal baru, tantangan, seperti di waktu-waktu tertentu anak harus belajar dahulu, jika melanggar dan terbukti bermain, untuk sementara anda sita dahulu game yang di mainkan mereka. Sampai mereka memenuhi kewajiban terlebih dahulu.

Berilah ia tugas dan tantangan, dengan cara yang anda mampu, tentunya anda harus memahami dahulu hobi anak dan kesenangannya. Dari kesenangannya anda dapat menyisipkan nilai-nilai sesuai keinginan anda.

Cari waktu yang tepat untuk menasehati mereka. Akan lebih baik, untuk menahan diri untuk tidak mengomeli mereka saat pulang sekolah. Karena di waktu tersebut adalah waktu yang sangat melelahkan bagi mereka.

Untuk itulah dengan melihat waktu-waktu yang tepat anda dapat mengarahkan mereka untuk terkondisikan dengan belajar. Mungkin hal tersebut tidak dapat langsung berubah secara total, karena perubahan memerlukan waktu. Secara perlahan jika anda bersabar dan konsisten menerapkan metode tersebut maka harapannya anak dapat mulai mengurangi kegemarannya bermain games. Ingat jangan emosi saat menasehati dan mengarahkan, karena nada emosi hanya akan membuat mereka semakin defensive menerima pengertian yang anda berikan

Konsentrasi Belajar – Agar anak lebih konsentrasi belajar anda dapat mempelajari teknik atau cara tips jitu meningkatkan konsentrasi belajar. Semoga berhasil. Psikologi Mania


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia