Saya Alumnus Universitas Terkemuka Namun Tak Kunjung Mendapatkan Pekerjaan, Apa Yang Harus Saya Lakukan Nama : anne xxx
E-mail : princess.xxx@gmail.com
Judul : tidak kinjung mendapatkan pekerjaan padahal Alumnus Universitas Terkemuka
Isi Konsultasi : Hi, konsultasi psikologi. Saya anne lulusan fak psikologi salah satu universitas ternama dijakarta. Saat ini saya sedang sangat berada dalam titik terendah semangat saya untuk mendapatkan pekerjaan fulltime. Sudah hampir 1 tahun saya tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Tes dan interview sana sini selalu berujung kegagalan. Padahal saya tidak merasa ada yg salah dengan diri saya dan kemampuan saya, saya memiliki pengalaman yang cukup untuk memasuki dunia pekerjaan. Saya saat ini benar-benar merasa putus asa. Satu sisi saya sadar saya adalah lulusan psikologi dan mengerti suasana hati saya saat ini, tetapi sebagai manusia juga saya sudah tidak sanggup menanggung beban moral ini, semua orang selalu mempertanyakan soal pekerjaan saya sekarang, teman-teman saya sudah mendapatkan pekerjaan yang layak dan bahagia sementara saya tidak. Saya tidak punya teman atau siapapun yang benar-benar bisa saya ajak bicara, saya malu. Saya tidak tau harus meminta bantuan pada siapa. Saya lelah terlihat semangat dan baik-baik saja. Orang-orang disekitar saya seperti enggan memberikan bantuan pada saya atau merekomendasikan pekerjaan untuk saya. Saya rasanya ingin mati. Saya sudah tidak sanggup lagi menahan beban ini, saya adalah anak pertama dan orang tua saya pun bukan keluarga yang berkecukupan. Saya takut melakukan hal negatif dan jalan pintas lainnya tp saya sudah benar benar tidak sanggup dengan semua ini. Tolong saya untuk menghadapi ini semua

Jawaban

Alumnus Universitas Terkemuka – Trimakasih sebelumnya untuk mba anne, permasalahan yang anda hadapi sebenarnya menjadi problem yang juga di alami oleh sebagian besar mereka yang telah lulus dan menjadi sarjana di beberapa universitas besar di negeri ini. Hal ini di sebabkan oleh beberapa sebab. Yang pertama adalah kurangnya lapangan pekerjaan yang ada, di batasinya keran penerimaan pegawai negeri sipil, kurang cocoknya pekerjaan yang di lamar dengan spesialisasi bidang pendidikan, kemampuan pencari kerja dengan harapan sang pemilik lapangan kerja, hingga kurang “beruntung” dalam mencari kerja.

Apapun yang di usahakan jika kita telaten, pada suatu saat akan berhasil juga kok mba. Berkali-kali kita mencoba mungkin pada suatu saatnya nanti akan berhasil dan diterima kerja juga. Coba mba untuk memilih beberapa jurusan yang sesuai bidang, atau bidang yang menjadi favorit dan anda Passion di dalamnya.

Jika lapangan pekerjaan di dunia industry di sekitar daerah anda tidak berhasil, maka anda bisa mencoba di luar daerah. Toh banyak open recruitment yang menyediakan lapangan pekerjaan untuk lulusan psikologi. Atau misalnya anda tidak cocok di dunia industry barangkali anda bisa menjadi seorang terapis ABK, atau terjun di dunia pendidikan. Sebagai langkah awal, khususnya jika anda masuk ke dunia pendidikan, maka anda bisa mencoba beberapa sekolah yang baru di bangun. Mungkin terkait gaji sebagai batu loncatan, bisa di singkirkan dahulu besar atau kecilnya. Toh jika anda sudah terlatih dengan menjadi tenaga pendidik di sana, tentu anda menjadi professional bukan. Dan pada saat anda pindah pekerjaan, tidak akan sulit.

Tidak memiliki Teman

Alumnus Universitas Terkemuka – Inilah pentingnya sebuah relasi dalam hidup. Mungkin barangkali anda bisa memulai menjaring relasi dengan menggunakan media professional semacam Linkedin. Untuk permasalahan informasi, anda bisa melihat di beberapa situs di internet, walaupun memang situs di internet ini rawan penipuan.

Coba di cari di beberapa klinik ABK, karena kebutuhan tenaga professional ABK masih sangat minim di Indonesia. Dan belum banyak juga lulusan Psikologi yang mau terjun di dalamnya sehingga mengakibatkan kekurangan tenaga ahli.

Dan yang terakhir saran dari saya, jika segala usaha telah di tempuh dalam mencari kerja anda bisa menyambinya sementara dahulu dengan menjadi seorang entrepreneurship. Masih banyak yang bisa di usahakan dan di jual, jika menjadi entrepreneurship. Mungkin langkah awal akan terasa sulit, namun setelah bebrapa waktu di jalani, anda akan menemukan timming, hingga celah pasar di dalamnya. Hingga akhirnya anda menjadi bos atas diri anda sendiri dan orang lain.

Sempurnakanlah usaha anda dengan restu dan ridho dari orang tua. Berdoalah selalu dan memohon kepada yang maha kuasa, agar anda di berikan jalan untuk mendapatkan apa yang anda impikan dan cita-citakan. Tetap berbuat baik juga jangan lupa untuk di lakukan. Semoga berhasil. Psikologi Mania


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia