Alasan Mengapa kamu Merasakan Ketertarikan Dengan Seseorang, padahal dia bukan ‘tipemu’?

February 18, 2017 Off By admin

Alasan Mengapa kamu Merasakan Ketertarikan Dengan Seseorang, padahal dia bukan ‘tipemu’?Rasa Ketertarikan Seseorang – Dalam pertemanan, terkadang kita merasa suka dan tidak suka dengan orang lain. Entah hal tersebut dikarenakan oleh sifat, perilaku, obrolannya yang kurang bermutu, atau bahkan penampilan yang terkesan ‘old mode’. Banyak sekali alasan yang muncul saat seseorang tersebut tidak menyukai hal-hal dari orang lain. Tak jarang pula alasan penyebabnya hanya karena masalah yang tergolong sepele.

Begitu juga dengan ketertarikan dengan lawan jenis hingga anda memutuskan menjadikannya pasangan pacar atau pasangan hidup.

Mungkin awalnya saat bertemu dengannya, ia adalah orang yang sama sekali tidak anda sukai. Baik itu dari segi sifat, perilaku, obrolan, sampai dengan style berbusana di kenakannya.

Namun lambat laun entah mengapa hati yang dahulunya memikirkannya saja menolak namun seiring berjalannya waktu justru anda memberikan simpati kepadanya. Pertama yang dulunya cuek bebek, kemudian sedikit demi sedikit mulai beranjak menjadi perhatian.

Mungkin anda pernah mengalami sekelumit kisah di atas bukan?

Berpacaran dengan teman yang dulunya adalah orang paling menyebalkan sedunia. Atau berteman dekat dengan orang – orang yang perkataanya justru kebanyakan menyinggung hati anda. Lantas, mengapa hal ini dapat terjadi ?

Mengapa orang yang dulunya adalah sosok paling di hindari, sekarang menjadi orang yang paling di cari ?

Ketertarikan Seseorang

Apakah ada penyebab tak tampak yang mempengaruhi hal ini. lantas dari bagaimana menurut psikologi dalam menyikapi hal ini ?

Ini dia artikel yang akan membahas mengenai pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan tadi. Jangan lupa untuk selalu mengunjungi dan subscribe email anda di www.psikoma.com. Situs psikologi dan terapan terupdate di indonesia. anda juga dapat membeli beberapa merchandise untuk orang terkasih anda di SINI

Interpersonal attraction

Dalam ilmu psikologi, ketika kita merubah perasaan dari strong disliking menjadi strong liking adalah disebabkan oleh karena adanya interpersonal attraction. Memang setiap orang memiliki interpersonal attraction atau yang biasa di kenal dengan istilah daya tarik tersendiri.

Misalnya pacar atau pasangan hidup Anda dahulunya adalah bos paling galak satu kantor. Namun beliau memiliki sebuah daya tarik tersendiri. Sifatnya yang keras kepala itu bos anda ternyata justru membuat anda akhirnya memiliki karakter kuat saat berhadapan dengannya. Lantas, si bos malah menaruh perhatian diam – diam dengan anda.

Menurut ahli psikologi sosial, Sarlito Wirawan Sarwono mendefinisikan bahwa interpersonal attraction bisa terjadi pada saat kita hendak memulai membentuk hubungan interpersonal, yang Lantas memunculkan penilaian terhadap sikap orang lain. Banyak variasi sikap yang muncul. Misalkan saja hal tersebut dapat di ekspresikan dengan bentuk sangat menyukai atau sangat tidak menyukai.

Hal ini akan menyebabkan munculnya exposure effect atau efek paparan yang ada. Kemudian setelah exposure effect tersebut muncul akan memantik munculnya hallo effect atau kesan pertama yang muncul. Hallo effect sendiri dapat and abaca di artikel sebelumnya tentang HALLO EFFECT. Semakin lama anda berinteraksi satu sama lain, maka hubungan interpersonal semakin kuat terbentuk. Entah itu hubungan interpersonal yang sifatnya strong liking maupun strong disliking.

Seringnya pertemuan yang terjadi inilah yang akan membuat orang lain tersebut muncul rasa suka dalam dirinya. Maka jangan heran dengan pepatah jawa tentang cinta. Yakni ‘tresno jalaran saka kulino’. Karena perasaan suka yang muncul itu bisa terjalin lantaran semakin seringnya bertemu. Intesitas dan frekuensi waktu bertemu inilah yang menyebabkan anda terbiasa dengan kehadiran sosoknya. Lantas ketika ia tidak ada, muncullah perasaan kurang atau janggal. Atau dengan kata lainnya tidak terbiasa. Rasa tidak terbiasa ini jika terakumulasi secara terus menerus, akhirnya memunculkan rasa rindu.

Oleh sebab itu pula maka jangan heran jika kemudian anda akhirnya banyak menemukan pasangan – pasangan yang memliki perbedaan jauh secara fisik namun ia saling mencintai. Misal wanitanya cantik, namun lelakinya kurang tampan. Atau wanitanya yang biasa saja, namun lelakinya yang tampil + keren. Bisa juga karyawan yang sederhana di sukai oleh bosnya yang galak. Dan berbagai jenis variasi pasangan yang ada.

Sejatinya seseorang yang bersama dikemudian hari itu pasti pernah merasakan rasa tidak suka satu sama lain. Lantas, karena adanya interaksi atau hubungan yang terjalin beberapa kali akhirnya mereka bisa bersama. Seringnya waktumu bisa bersama dengan orang lain akan memperbaiki hubunganmu. Itulah mengapa muncul pepatah bahwa cinta bisa muncul karena terbiasa. Bukan cinta itu bisa muncul karena dia ganteng atau cantik. Atau cinta itu bisa muncul karena dia kaya atau berduit.

Kebiasaan – kebiasaan yang anda jalin bersama ini akan semakin mendekatkan anda dengannya. Jika anda sedang berusaha menyukai seseorang, mulailah untuk bersama – sama dalam segala hal. Melakukan apapun jika berdua akan terasa saling memiliki dan melengkapi. Jika anda sudah mulai suka, mungkin itulah interpersonal attraction yang di milikinya.

Ketertarikan yang dimiliki oleh umat manusia adalah hal yang alami dan menjadi fitrah. Tinggal bagaimana ia mengelola rasa ketertarikan tersebut, apakah ia akan menjadi simbol permainan semata, ataukah menjadi ketertarikan yang membawa anda bersama hingga menuju kehadiratnya. By: Muhamad Fadhol Tamimy & Izzatur Rosyida