8 Macam Tes Kepribadian Psikologi yang Jarang diungkap

8 Macam Tes Kepribadian Psikologi yang Jarang diungkap

November 24, 2016 Off By admin

Tes Psikologi Kepribadian Yang Umum Digunakan (Bagian 2)
Tes kepribadian merupakan salah satu alat ukur psikologis yang digunakan oleh para psikolog dan praktisi psikologi untuk melihat dan mengungkapkan berbagai macam aspek kepribadian seseorang. Sebenarnya, kepribadian bisa saja diungkap dengan cara melakukan observasi dan wawancara secara mendalam, tanpa perlu melakukan tes kepribadian. Meski demikian, tes bentuk kepribadian dapat membantu psikolog dalam menambah dan melengkapi data mengenai kepribadian seseorang yang sudah diperoleh melalui wawancara dan observasi.

Macam-Macam Tes Kepribadian

Ada banyak sekali macam-macam tes bentuk kepribadian yang biasa dan sudah umum untuk digunakan. Beberapa tes kepribadian seringkali diaplikasikan pada saat anda melakukan proses psikotes kerja, peminatan di sekolah, dan psikotes secara umum. Berikut ini adalah beberapa macam tes kepribadian.

1. Tes Grafis

Tes grafis merupakan serangkaian tes kepribadian yang terdiri dari beberapa tes. Tes grafis dapat mengungkapkan aspek kepribadian anda dengan menggunakan gambar yang anda buat dengan tangan. Tes ini terdiri dari:

  • DAP/DAM (tes menggambar orang)
  • BAUM (tes menggambar pohon)
  • HTP (tes menggambar rumah, pohon dan orang)
  • WARTEGG
  • Grafologi
  • Dan tes kepribadian lainnya yang menggunakan gambar/tulisan tangan secara manual

Tes grafis adalah tes yang paling sering dan banyak digunakan, karena sangat mudah diaplikasikan, dan lebih cepat dalam menganalisa hasil gambar.

Namun, tes grafis ini sendiri memiliki kelemahan, yaitu proses skoringnya yang cenderung subjektif. Penilaian dari tes grafis, meskipun memiliki pedoman dan manual untuk melakukan skoring, peran psikolog/penilai dalam melihat hasil tes kepribadian ini sangatlah dominan. Analisa dalam tes grafis akan lebih baik apabila dianalisa oleh mereka yang sudah berpengalaman dalam melakukan skoring.

2. Test Pauli dan Kraeplin

Tes Pauli dan Kraeplin bisa juga dikatakan sebagai tes bentuk kepribadian, karena dapat mengungkapkan trait individual, terutama yang berhubungan dengan performa kerja dan stress kerja. Tes kepribadian ini mampu mengungkapkan apakah seseorang mudah menyerah dalam pekerjaannya, mudah stress, motivasinya rendah/tinggi, dan lain sebagainya. Sama seperti tes grafis, tes Pauli dan Kraeplin ini sering digunakan pada penerimaan kerja / tes masuk kerja.

3. TAT (Thematic Apperception Test) / CAT (Child Apperception Test)

Tes berikutnya adalah TAT (untuk dewasa) dan CAT (untuk anak-anak). Tes ini merupakan tes bentuk kepribadian dimana peserta tes diminta untuk menceritakan gambar yang terlihat pada sebuah kartu. Tes kepribadian ini hanya bisa dilakukan secara individual, dan mampu melihat trait atau aspek kepribadian seseorang di dalam keluarga, lingkungan sosial, hubungan dengan orang tua, dan juga trauma atau luka masa lalu.

4. Rorschach

Tes Rorschach merupakan tes bentuk kepribadian yang juga dikenal dengan teknik bercak tinta. Terdapat 10 buah kartu dimana masing-masing kartu terdapat gambar abstrak hasil dari lipatan kertas yang memiliki bercak tinta. Tes ini merupakan tes individual, dan memiliki penilaian yang cenderung objektif, karena memiliki standar penilaian, dan tidak mengutamakan persepsi subjektif.

Test bentuk kepribadian Rorschach ini mampu mengungkapkan hampir seluruh aspek atau trait individual yang ada, mulai dari pemecahan masalah, stress, depresi, luka masa lalu, pola pikir, hingga melihat apakah seseorang memiliki kecenderungan gejala-gejala gangguan jiwa berat seperti skizofrenia dan sebagainya

5. DISC

DISC merupakan tes kepribadian berikutnya yang mudah untuk diaplikasikan, dan banyak digunakan pada dunia pekerjaan (Psikologi Industri Organisasi). DISC merupakan semacam self report, dimana peserta mengisi pernyataan dengan jawaban yang sesuai dengan dirinya sendiri. Dari hasil tes kepribadian DISC ini, akan muncul kecenderungan seseorang dalam tiga situasi, yaitu situasi ketika berhubungan dengan orang lain, situasi tertekan/stress, dan situasi alami/kepribadian asli.

6. Papikostik

Tes psikologi Papikostik merupakan tes kepribadian yang juga umum digunakan dalam dunia kerja. Tes kepribadian Papikostik ini mampu mengungkapkan trait atau kepribadian seseorang dengan mudah dan juga simple. Apabila anda ingin melihat, kira-kira secara garis besar, seperti apa sih kepribadian seseorang, maka tes psikologi kepribadian ini sangat cocok digunakan.

Pengaplikasian dari tes kepribadian ini juga cukup mudah, karena peserta hanya perlu mengerjakan tes dengan cara mengisi pernyataan-pernyataan yang ada sesuai dengan apa yang dirasakan atau dipikirkan.

7. SSCT (Sack’s Sentence Completion Test)

SSCT merupakan tes kepribadian yang banyak digunakan di dalam bidang ilmu psikologi klinis dan sosial. Peserta diharuskan mengisi/melanjutkan pernyataan yang tersaji di dalam tes kepribadian ini. Mengerjakan tes ini seperti mengerjakan soal ujian sekolah yang bertipe isian. Bedanya, anda hanya perlu mengisi sesuai dengan kondisi anda saat ini, atau sesuai dengan apa yang anda pikirkan.

SSCT merupakan tes psikologi yang mudah untuk diaplikasikan dan dianalisa. Tes kepribadian ini mengungkap trait atau aspek kepribadian seseorang dilihat dari masalah-masalah yang dimilikinya, seperti masalah dengan orangtua, keluarga, teman, atasan, bawahan, lawan jenis, dan lain sebagainya. Dari tes kepribadian ini, dapat diungkap masalah seseorang, dan bagaimana respon seseorang terhadap lingkungan sosialnya.

8. EPPS (Edward’s Personal Preference Scale)

EPPS merupakan tes psikologi kepribadian lainnya yang umum digunakan. Terdiri dari 220 item, tes ini melihat kebutuhan-kebutuhan akan diri seseorang, seperti kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untuk bersosialisasi, kebutuhan untuk memerintah orang dan lain sebagainya.

Dasar teori dari EPPS ini sama dengan dasar teori yang digunakan pada tes psikologi kepribadian TAT dan CAT, yaitu teori kepribadian berdasarkan needs (kebutuhan individu). Test ini biasanya diberikan dalam berbagai situasi, dan mudah untuk dikerjakan, karena peserta menjawab sesuai dengan apa yang mereka pikirkan atau mereka rasakan.

Hasil Dari Tes Psikologi Kepribadian

Berbeda tes kepribadian yang diikuti, maka berbeda pula hasil yang akan diperoleh. Karena itu, dalam melihat hasil tes kepribadian, sama seperti tes intelegensi. Harus dilihat aspek dan trait individual apa saja yang diukur. Tes psikologi kepribadian mengukur apa yang dirasakan oleh pesertanya pada saat mengikuti tes. Ada kemungkinan hasil tes psikologi kepribadian mengalami perubahan dalam kurun waktu tertentu.

Misalnya saja saat mengikuti tes psikologi kepribadian, anda sedang merasa stress dan tertekan. Namun, bulan depan, anda sudah tidak merasa stress dan tertekan, maka kemungkinan anda akan mendapatkan hasil yang berbeda dari tes kepribadian. Namun, beberapa aspek pengukuran tes kepribadian tidak akan berubah, alias tetap. Misalnya tes kepribadian mengungkapkan bahwa anda adalah orang yang impulsif dan mudah marah, maka hasil ini akan cenderung menetap.

Test psikologi kepribadian adalah sebuah instrumen tambahan dalam proses pengukuran psikologis. Proses utama dalam pengukuran psikologis adalah observasi dan wawancara. Jadi, tidak ada gunanya apabila anda memanipulasi tes psikologi kepribadian anda, karena akan ada proses wawancara dan observasi yang bisa menguatkan kepribadian yang anda miliki.