7 Gangguan Psikologis Ibu Yang Baru Saja Mengalami Keguguran

7 Gangguan Psikologis Ibu Yang Baru Saja Mengalami Keguguran

March 8, 2017 Off By admin

7 Gangguan Psikologis Ibu Yang Baru Saja Mengalami KeguguranGangguan Psikologis Ibu – Masa kehamilan adalah masa – masa yang paling ditunggu oleh para pasangan. Apalagi bagi mereka yang baru saja menikah dan ini adalah kehamilan pertama. Bukan hanya senang, tapi juga bahagia. Perasaan senang yang dirasakan tak hanya Anda dirasakan sebagai seorang pasangan suami istri, namun juga dirasakan oleh orang tua anda yang juga merasakan suka cita.

Lantas, tiba-tiba Anda mengalami sebuah musibah yang mengganggu kondisi kandungan Anda. Seperti misalnya terjatuh, terpeleset, terjembab, bekerja terlalu keras, dan melakukan aktivitas fisik yang berat sehingga berpengaruh terhadap calon buah hati Anda. Kemudian, janin anda tidak bisa bertahan. Sayang, kehidupannya di dalam rahim harus berhenti sampai detik itu juga.

Pernahkah anda membayangkan, bagaimana perasaan si ibu ? Perlu untuk anda ketahui, ibu yang mengalami keguguran akan berdampak pada gangguan psikologis. Apalagi jika itu adalah anak pertama. Tekanan dan gangguan yang dialami akan semakin berat. Seperti apa sajakah ?

7 Gangguan Psikologis Ibu Yang Baru Saja Mengalami Keguguran

Berikut ini adalah macam-macam gangguan psikologis yang akan dirasakan oleh para ibu yang mengalami musibah keguguran.

  1. Rasa sedih yang amat dalam

Gangguan psikologis ibu yang pertama adalah merasa kesedihan yang amat mendalam. Tentu saja semua wanita yang mengalami keguguran akan merasa sedih. Luka yang amat dalam karena ditinggal oleh calon buah hati yang masih sangat dini. Terlebih lagi jika hal tersebut merupakan kehamilan pertama kali. Rasa sedihnya akan berkali – kali lipat. Karena anak pertama dan kehamilan kali pertama merupakan sebuah pengalaman pertama bagi mereka dan harapan yang seoalah akan menjadi nyata. Yaitu memiliki anak yang telah didambakan.

  1. Takut pada orang tua

Mungkin saja ada pula pasangan yang menikah, namun perasaan menantu selalu di bawah tekanan. Seperti pasangan yang sudah lama menikah, namun tidak kunjung diberikan anak atau buah hati. Setelah beberapa tahun kemudian, ia diberi kemudahan untuk hamil. Sayang masa kehamilan ini tidak berlangsung lama, lantas keguguran. Sebagai seorang Istri dan calon ibu tentu merasa sedih. Bukan hanya kehilangan anak, namun takut juga dimarahi orang tua. Yang mana akhirnya juga membuat hubungan antara suami dan istri menjadi renggang

  1. Memunculkan rasa malu

Seorang wanita tidak suka dengan namanya kegagalan. Apalagi kegagalan mengurus dan merawat buah hatinya. Keguguran adalah kondisi dimana janin yang ada di perut ibu hamil mengalami kematian. Kebanyakan wanita yang mengalami keguguran, merasa bahwa keguguran adalah sebuah tanda bahwa dirinya tidak bisa menjaga anak dalam rahimnya dengan baik. Bahkan beberapa wanita merasa gagal menjadi seorang ibu

  1. Resiko hubungan dengan pasangan disharmonis

Selain merasa sedih, ada dampak lain yang membuat anda menjadi tambah stres. Yakni hubungan antara diri anda dan pasangan jadi tidak sedekat dahulu. Keharmonisan dalam membina bahtera rumah tangga akan berkurang sejalan dengan keguguran yang baru saja anda alami. Hal ini tentu saja akan menjadi tekanan sendiri bagi anda.

  1. Merasa stres

Beberapa wanita yang merasa terlalu sedih karena ditinggal oleh janin akan merasa stres. Apalagi jika kehamilan ini adalah proses kehamilan yang sulit. Seperti anda yang sudah divonis hampir tidak mungkin untuk hamil. Lantas hamil pertama, dalam kurun waktu yang lama, namun akhirnya gagal. Rasanya anda seperti kehilangan separuh jiwa. Bisa jadi ini menjadi penyebab stres.

  1. Merasa bersalah terlalu dalam

Kebanyakan wanita yang keguguran, sering merasa bersalah. Karena ia menganggap dirinya sudah membunuh anak yang ada dalam janinnya sendiri. Perasaan bersalah terlalu dalam ini semakin membuat ibu hamil tertekan. Jika hal ini dibiarkan lama, bisa menjadi dampak pasca abortus syndrom. Para suami harus berhati – hati.

  1. Tidak memaafkan diri sendiri

Kasih ibu sepanjang masa. Meskipun anak anda sudah meninggal, tetapi rasa sayang kepada sang buah hati akan terus melekat. Doa kepadanya akan terus terpanjat. Bahkan beberapa ibu selalu menyalahkan dirinya sendiri. Ia menganggap bahwa dirinya terlalu kejam. Sampai, ibu tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.

Ketujuh hal tersebut adalah hal yang umum di alami oleh seorang ibu yang baru saja mengalami keguguran. Tetap untuk menjaga kesehatan, agar kondisi kehamilan anda tetap sehat. Makan-makanan sehat, dan hindari gaya hidup yang tidak sehat. By: Izzatur Rosyida