6 Tips Mengelola Karir dan Dinamika Di Lingkungan Pekerjaan Untuk Para “Pemain Baru”Tips Mengelola Karir – Siapa saja yang baru saja memasuki pasar kerja, tentu menginginkan karir yang cemerlang di bidangnya. Namun beberapa di antaranya justru harus puas mengalami kemandekan dalam jenjang karir untuk jangka waktu yang sangat lama. Padahal tak sedikit diantaranya merupakan orang-orang yang cemerlang dalam bekerja.

Di satu sisi mereka yang sebenarnya tidaklah cemerlang di bidangnya justru mampu mengalami perubahan lonjakan karir yang luar biasa daripada mereka yang tergolong cemrelang. Berikut ini kita akan membahas sebuah rahasia kebenaran tentang pengelolaan karir anda yang belum banyak diketahui oleh orang. Artikel psikoma kali ini sekaligus akan menguak rahasia dinamika di lingkungan pekerjaan yang sangat sederhana, namun krusial dan berdampak bagi karir anda di masa yang akan datang.

6 Tips Mengelola Karir Dan Dinamika Di Lingkungan Pekerjaan

  1. Memulai Pekerjaan Baru

Sudah umum di saat memulai sebuah pekerjaan baru, anda di beri tau bahwa anda perlu untuk “langsung bekerja dengan cepat”. Orang – orang berpengalaman yang mana mereka muncul di pasar tenaga kerja setelah sebuah perusahaan dirampingkan, sering kali mendengar hal berikut ini. harapan para pemilik perusahaan, mereka yang direkrut akan membawa koneksi, pengalaman, dan juga aset tak berwujud lainnya di dalam pekerjaan baru.

Mendengar hal ini tentu banyak orang (khususnya mereka yang telah berpengalaman di perusahaan sebelumnya dan baru pindah di perusahaan baru) menerapkan pengalaman mereka dengan bekerja secara cepat, yang akan membuat menakjubkan siapa saja. Namun yang menjadi masalah terkadang merka terlupa untuk mempelajari budaya kerja di perusahaan tersebut.

Dan hal inilah yang membuat permasalahan muncul. Masalah utama dengan bekerja cepat adalah anda tak mengetahui apa yang sedang anda hadai. Apakah yang anda lakukan tersebut dapat mengganggu posisi rekan – rekan kerja anda yang baru, apakah hal tersebut akan membuat perusahaan secara umum menjadi goyang, ataukah dengan semangat yang anda miliki tersebut, dapat menimbulkan kerugian jangka panjang ataukah tidak? Tentu akan sulit mengetahuinya.

Disaat anda telah menyadarinya, mungkin anda telah terlambat. Sebagai seorang pendatang baru di dalam jabatan, tentu  posisi anda rawan dikarenakan anda belum mengetahui situasi apa dan harus mengandalkan atasan anda untuk memberitahukan anda apa saja yang harus di lakukan. Namun, hal tersebut tak menjamin bahwa pimpinan anda teah memikirkan situasi tersbut.

Orang (pimpinan anda) yang menyerahi sebuah jabatan terkadang hanya meliht situasi menurut sudut pandang pribadinya dan mungkin saja ia tak sengaja tidak melihat daripada perspektif lain. Akhirnya hal tersebut membuat anda menghadapi sebuah dilemma yang mana anda menghadapi sebuah kesan pertama yang bagus sekaigus tak menyinggung orang lain.

Oleh sebab itu tips yang harus anda lakukan adalah menyelami pekerjaan tersebut. Sebagaimanapun tekanan yang anda terima, cobalah untuk meluangkan wkatu sejenak dalam memahami hal-hal dasar seperti membaca arsip dengan cermat dan juga mengulas situasi dengan berbicara pada rekan baru anda. Anda mungkin tak akan mendapatkan sebuah kesempatan itu lagi. Oleh sebab itu cobalah untuk menanyakan perspektif orang lain, bukan hanya dari sudut pandang pribadi atasan anda semata.

Ada point rahasia dalam tips pertama ini yaitu “langsung bekerja cepat” seringkali menjadi sebuah tanda perusahaan menyembunyikan kelemahan dari organisasi itu sendiri. Berhati – hatilah apabila ngkapan tersebut ditambahi dengan sebuah permintaan untuk “masuk di posisi itu dan memperbaiki beragam hal” atau “membersihkan segalanya di sana”.

  1. Pura-Pura Bodoh Dan Waspadalah: Semakin Sedikit Buka Mulut, Maka Semakin Banyak Yang Dapat Anda Pelajari

Mereka yang tumbuh di lingkungan keras biasanya cepat untuk belajar “berpura-pura bodoh dan juga waspada”. Besilat lidah biasanya dapat membuat seorang anak yang tua dan lebih hebat mengira anda “sok jago”. Oleh sebab itu sebaiknya bungkamlah sejenak dan tak percaya kepada siapapun (“waspada”). Sementara itu, cobalah melihat dan dengarkan, sembari anda memperhatikan perilaku orang lain, guna menguji integritas mereka, dan juga pikirkan caranya untuk membaur.

Taktik ini sangatlah beruna di dalam lingkungan organisasi baru. Semakin anda sedikit mengatakan sesuatu ketika memulai pekerjaan, semakin bagus pula posisi anda untuk mempelajari budaya orngaisasi, cara kerjanya, dan juga rekan kerja baru dalam berbagai kondisi.

Berpura-pura bodoh tak berarti bersikap muram ataupun pendiam sehingga orang disekitar anda mengira anda orang yang pemalu ataupun kasar, melainkan tak mengajukan pendapat ataupun informasi kecuali memang anda diminta. Pada saat anda diminta, berikan tanggapan sesedikit mungkin. Namun ingat tanggapan mesti jelas dan tepat.

“Pura-pura bodoh dan juga waspada merupakan taktik cerdas guna melindungi anda di tempat kerja. Taktik ini pun sangat bermanfaat bukan hanya untuk anda para pemulla, namun juga dalam menghadapi situasi sehari – hari.

  1. Setelah Anda Pindah, Maka Anda Haruslah Bertumbuh Di Tempat Anda Ditanam

Pada saat menanam biji ataupun tunas, tukang kebun yang baik tentu tau bahwa tindakan pascatanam adalah hal yang sangat penting. Pemindahan akan dapat menyebabkan tanaman yang paling tahan sekalipun dapat terganggu, dan juga akar yang terganggu memerlukan sebuah waktu untuk beradaptasi di tanah yang baru.

Begitu juga seorang individu yang cakap sekalipun akan dapat merasa terpengaruh oleh pemindahan. Kunci dari perpindahan yang berhasil dan sukses adalah, dimana ia dapat terlibat secara penuh dengan tempat baru anda. Anda pun harus melepaskan tempat kerja yang lama dan cobalah untuk beradaptasi dan mengakar di lingkungan pekerjaan yang baru anda. Tentunya dengan menunjukkan loyalitas dan penghargaan.

Kecuali anda ditanya tak baik menyebut-nyebut tempat kerja terdahulu. Hindari menjelek-jelekkann perusahaan terdahulu anda. Seringkali kita teroda untuk membanding-bandingkan kantor baru dengan kantor lama, terutama apabila perusahaan tersebut sngat terkenal, ataupun apabila anda memiliki memiliki pengalaman manis di sana. Namun, jika anda melakukan hal ini di depan public maka hal tersebut dapat menjadi sebuah masalah.

Tips mengelola karir yang tepat untuk fenomena ini adalah, anda sebaiknya memandang masa lalu anda, dan meluangkan waktu guna mencari tau masa lalu dan juga etos perusahaan baru anda. Bicaralah dengan orang – orang yang telah melakukan pekerjaan anda sebelum anda, dan tanyakan segala sesuatu tentang seluk beluk pekerjaan anda saat ini.

  1. Kembangkan Pekerjaan Anda Tanpa Harus Menyinggung Orang Lain

Pada saat memulai pekerjaan baru, penting sekali untuk ana mencari dan juga mengklaim “derah kekuasan” anda: tugas – tugas, masalah, dan juga keputusan yang menjadi tanggung jawab dari anda dan bagaimanakah anda menanganinya. Namun, untuk membuktikan diri sendiri tersebut, anda haruslah berhati-hati agar menghindari untuk menyinggung orang lain. Momen ini merupakan momen untuk memapankan hubungan pekerjaan anda dengan orang lain, bukannya untuk mencari musuh.

Dalam pekerjaan baru, orang lain yang sudah berada di sana tentu memiliki cara pandang tersendiri dalam melakukan pekerjaannya. Oleh sebab itu anda harus mampu menemukan keseimbangan antara menghormati dengan meyakinkan mereka untuk menyerahkan sebuah kendali pada diri anda, sehingga anda mendapatkan posisi terbaik bagi karir anda.

Tips mengelola karir dalam kondisi ini adalah, sebagai pendatang baru, anda diharuskan untuk selalu memulai dari apa yang telah ada. Sebelum anda hendak merubahnya. Dengarkan orang lain dan bersikap lapang dada. Betapapun ahlinya anda, ataupun anda direkrut perusahaan dikarenakan memang anda cemerlang dan berbakat, Anda harus memperhatikan semua orang dan juga menghormati cara kerja mereka.

  1. Penting Untuk Tau Siapa Tau Apa: Bangunlah Lingkaran Informasi Anda

Dahulu mungkin jika kita hendak mendapatkan informasi, anda akan datang pada para ahli di bidangnya seperti seorang professional bayaran, ahli hukum, pustakawan, penasehat keuangan an lain sebagainya. Namun di era informasi seperti saat ini, informasi yang telah tersedia dari berbagai sumber.

Namun akibat dari banyaknya informasi yang tersedia, terkadang kita memiliki kesulitan dalam memilih informasi yang mana yang dapat di percaya. Seorang ahli hukum mungkin tak cukup untuk menjawab setiap pertanyaan yang menyangkut bidang hukum, dan sebah perusahaan konsultan yang bersar tak dapat membantu semua urusan organisasi. Dengan berkurangnya sebuah penekanan pada gelar dan akhirnya beralih pada pengalaman nyata, menaksir pengetahuan menjadi lebih sulit.

Untuk itu saran yang dapat di berikan adalah penting untuk memperoleh sebuah sumber informasi baik itu di dalam maupun di luar organisasi anda. Pada saat anda harus merahasiakan sesuatu, sumber dari luar mungkin lebih baik, dikarenakan orang dalam dapat tanpa sengaja untuk mengungkapkan kepada orang yang lain. Anda pun perlu untuk memastikan Anda memiliki sekelompok kecil “mitra berpikir” ter-percaya bukan hanya dari keluarga dan teman yang mana mereka cenderung sependapat dengan Anda.

  1. Mengenali Siapa Saja Yang Dapat Dipercaya Agar Anda Tidak Terjebak

Yang terakhir tips mengelola karir dan beberapa dinamika di lingkungan pekerjaan adalah mengenali siapa saja yang dapat di percaya agar anda tidak terjebak. Seringkali kita mengabaikan hal ini dikarenakan percaya sepenuh hati, bahwa setiap orang adalah sama. Yaitu menerima kedatangan anda.

Padahal, dengan datangnya anda berarti berpotensi untuk menghambat kenaikan jenjang karir rekan anda yang telah lama berada dalam perusahaan anda. Mungkin hal ini terlihat seperti “curiga” namun mempersiapkan diri dan mempelajari apa saja, termasuk mengenali siapa saja yang dapat di percaya tidak ada salahnya bukan.

Itulah beberapa tips mengelola karir dan dinamika yang ada di sekitar lingkungan tempat pekerjaan yang baru. Harapannya dengan mempelajari hal di atas kita dapat menyeimbangkan kehidupan di ingkungan kerja, dengan kenaikan karir yang gemilang nantinya. By: Muhamad Fadhol Tamimy


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia