6 Tahap Perkembangan emosi anak Yang Wajib Diketahui

6 Tahap Perkembangan emosi anak Yang Wajib Diketahui

March 1, 2017 Off By admin

6 Tahap Perkembangan emosi anak Yang Wajib DiketahuiPerkembangan Emosi – Setiap orang memiliki perasaan dan emosi. Misal ketika ia ditimpa musibah. Dompetnya dicuri copet, padahal hari ini anda terima gaji. Bagaimana perasaan anda ? Bagaimana emosi anda ? Marah, benci, keki, kesel ? Rasanya apa yang selama ini anda usahakan sia – sia belaka.

Seperti itulah emosi. Cara manusia untuk mengutarakan apa yang ia rasakan dan apa yang ingin disampaikan. Baik melalui tindakan, ucapan, maupun sikap. Semua emosi menjadi satu kesatuan dan rangkaian.

Tapi apakah hanya orang- orang dewasa saja yang dapat merasakan emosi ? Apakah hanya orang dewasa saja yang hanya bisa meluapkan perasaanya ? tentu tidak. Semua orang bisa meluapkan perasaanya. Baik itu orang dewasa, manula, muda mudi, bahkan tidak terkecuali anak – anak balita dan jabang bayi.

Bagaimana bisa hal tersebut terjadi ?

Sebenarnya, anak – anak justru lebih emosional dari pada orang dewasa. Sebab mereka belum bisa mengendalikan dirinya. Benarkah ? Saya beri satu contoh. Saat anda tidak punya uang, lantas anak meminta dibelikan balon yang harganya cukup mahal. Anda sudah bilang pada anak, kalau uang anda kurang. Tapi anak terus memaksa sampai anda membelikannya.

Tahap Perkembangan emosi anak

  1. Anak usia bayi sampai 2 tahun

Anak akan cenderung memaksa orang lain. Bagaimana pun caranya, orang lain harus mematuhi perintahnya. Bagaimana pun kondisinya, orang lain harus mau menerima. Anak usia 2 tahun belum bisa mengendalikan emosi dan suka berbuat sesuka hati

2. Anak usia 3 tahun

Anak usia 3 tahun jauh lebih baik dari pada saat masih 2 tahun. Anak pada usia ini lebih bisa bertoleransi terhadap keadaan orang lain. Selain itu, pengendalian dirinya sudah mulai terbentuk. Ia sudah paham kapan waktunya bereaksi untuk memuluskan dorongan hati dan kapan tidak.

3. Anak usia 4 tahun

Pada usia ini, anak malah berbeda. Ia mengalami masalah emosi anak muncul saat ia meledakkan amarahnya atau temper tentrum. Anak menyukai sesuatu yang belum pernah ia temui. Sesuatu yang baru. Anak suka dengan kejutan – kejutan yang ia dapatkan. Bahkan ada yang merasakan ‘cinta monyet’dengan orang lain yang dianggapnya sangat spesial. Anak sudah bisa di ajak bercandaan.

4. Anak usia 5 sampai dengan 6 tahun

Perkembangan enosi anak semakin matang. Anak mengerti perbuatan apa saja yang bisa menimbukkan akibat dari setiap emosinya. Emosi anak juga sangat mudah berubah. Yang tadi bahagia, kemudian dalam selang waktu beberapa menit kemudian menangis bersedih. Hal – hal semacam ini sering kali ditemui oleh anak yang berusia 5 sampai dengan 6 tahun.

5. Anak usia 7 sampai 8 tahun

Anak yang sudah menginjak usia ini sudah semakin matang dalam beremosi. Ia juga lebih pandai mengendalikan diri. Beberapa perhatiannya banyak difokuskan pada hal – hal yangbersifat eksternal. Seperti cerita yang ia lihat di televisi. Anak pada usia ini sudah mengerti beberapa tujuan hidupnya. Ia tahu mana yang ia inginkan. Maka, sering kali orang tua dibuat pusing kepala karena keinginan anak yang selalu minta dituruti. Kestabilan emosi anak, terutama dalam hal toleransi semakin baik. Ia bisa berempati pada orang lain.

6. Pola emosi anak anak remaja

Sebenarnya anak yang sudah remaja memiliki pola emosi yang hampir serupa dengan anak – anak. Kebanyakan anak yang sudah remaja cenderung mempertahankan pola kasih sayang pada orang lain. Itulah mengapa pada periode ini, anak – anak sudah mulai kenal dengan istilah pacaran. Beberapa pola emosi yang sudah dikenal anak adalah sayang, kasih, bergembira, marah, takut, cinta, cemas, sedih, kecewa, dan lain sebagainya.

Memahami pola perkembangan anak sangat baik, terutama bagi para orang tua dalam mendidik anak. Dengan memahami perkembangan harapannya kita dapat bersikap bijak dalam merespon setiap perilaku anak.

Salah dalam merespon akibat kurang memahami pola perkembangan emosi dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya. Misalnya kita akan mudah mengecap anak sebagai anak nakal, hanya karena anak ngambek atau lebih senang bermain saat waktunya makan.

 Itulah beberapa tahapan pola perkembangan emosi yang dimiliki anak. Sudah sampai tahap manakan anak – anak anda ? By: Izzatur Rosyida