3 Langkah Sukses Mengajarkan Meminta Maaf Pada AnakMengajarkan Meminta Maaf Pada Anak. Kata maaf memang sangat mudah untuk dituliskan namun tak jarang begitu sulit diucapkan atau sangat susah untuk dilakukan karena banyak orang atau mungkin juga Anda kata maaf tidak akan mengubah apapun yang telah terlanjur terjadi. Kenapa timbul perspektif yang demikian? Karena, bagi beberapa orang meminta maaf bukanlah hal penting, toh semua sudah terlanjur terjadi.

Kadang meminta maaf terjadi dengan hati yang sangat tulus dan benar-benar menyesal namun tidak jarang pula meminta maaf justru memperlihatkan sikap acuh dan tidak tulus.

Mengajarkan Meminta Maaf Pada Anak

Budaya meminta maaf dengan tulus tentu harus diajarkan pada anak-anak sejak dini bukan? Mengajarkan mereka bahwa ketika meminta maaf haruslah dengan tulus dan sebagai tanggung jawab bahwa kita akan bertanggung jawab dengan apa yang telah terjadi. Mengajarkan meminta maaf pada anak-anak tentu tidak akan mudah, akan butuh waktu yang lama dan harus dilakukan berulang-ulang. Tapi bagaiamana jika anak-anak tetap sulit berkata maaf? Nah, berikut ada tiga langkah yang bisa Anda coba.

  1. Contoh Langsung

Anak-anak adalah manusia yang memiliki psikologi paling gampang untuk terpengaruh, cermat memperhatikan, dan mudah sekali untuk mencontoh apa yang orang dewasa lakukan di hadapan mereka. Manfaatkan kesempatan ini untuk sering-sering memberikan contoh pada anak-anak Anda.

Dengan memberikan contoh yang sering, anak-anak akan lebih mudah menyerap dan mempraktikkannya. Coba suatu saat Anda memberikan sebuah sendok pada istri atau suami Anda dan jatuhkan sendok tersebut, segera pungut dan berkatalah maaf karena telah menjatuhkan sendok tersebut. Buat skenario-skenario kecil yang dapat disaksikan oleh anak-anak. Dari contoh-contoh tersebut anak-anak akan lebih mudah memposisikan dirinya dan tentu saja mudah untuk meminta maaf.

 

  1. Alasan Meminta Maaf

Ajarkan anak-anak Anda meminta maaf pada tindakan yang mereka lakukan namun keliru. Ajarkan anak-anak menyebutkan apa alasan mereka meminta maaf seperti tidak sengaja menjatuhkan mainan di kolam ikan, tidak sengaja menumpahkan air minum, dan banyak hal lainnya. Ajarkan mereka mengerti akan kesalahan yang mereka lakukan. Dari sanalah anak-anak akan melatih dirinya sendiri untuk lebih perasa dan mau meminta maaf dengan hatinya sendiri.

 

  1. Hadiah

Anda atau kita semua tahu meminta maaf adalah hal yang paling sulit dilakukan karena dengan meminta maaf sebenarnya kita sedang mengakui kesalahan apa yang telah kita lakukan. Oleh karena itu, pujilah anak Anda ketika mereka mau berkata maaf atau berikan satu atau dua bungkus permen kesukaannya sebagai tanda bahwa Anda menghargai apa yang telah mereka lakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas tindakan mereka.

Membiasakan diri untuk meminta maaf atas kesalahan yang telah kita lakukan memang sebaiknya diajarkan sejak kecil. Sesungguhnya, di balik kata “maaf” tersembunyi banyak hal penting seperti sikap ksatria yang mau mengakui kesalahan, berani bertanggung jawab, merendahkan rasa egois, dan mengajarkan diri sendiri untuk tidak bersikap sombong dengan setiap tindakan karena kita tidak pernah tau dampak apa saja yang bisa ditimbulkan dari tingkah laku kita.

Itulah beberapa hal agar kita mampu untuk Mengajarkan Meminta Maaf Pada Anak agar ia memiliki empati dan mendewasakan diri secara benar. By Tri Indarti