X

Inilah 10 Jenis Terapi Untuk Penderita Autisme Yang Dapat Anda Ketahui

Jenis Terapi Untuk Penderita Autisme. Autisme Menurut Baron-Cohen (1993) adalah sebuah kondisi dimana mereka yang mengalaminya semenjak lahir maupun di saat balita, yang mana hal tersebut membuatnya tak mampu dalam membentuk hubungan sosial hingga komunikasi secara normal. Akibatnya anak tersebut mengalami kondisi terisolasi dari manusia lain dan masuk ke dalam dunia repetitive, suatu aktivitas  dan juga minat yang obsesif.

Sedangkan menurut power (1989) para anak autis memiliki beberapa karakteristik seperti gangguan pada interaksi sosialnya, komunikasi, perilaku-emosi, gangguan sensorik dan juga motoric, pola bermain, hingga terlambatnya perkembangan secara normal.

Dalam buku DSM R-IV (Diagnostic and Statistical Manual Of Mental Disorder), autism sendiri memiliki 5 jenis gangguan yang berada di dalam kategori PDD (Perpasive Development Disorder) di luar daripada ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Autisme merupakan suatu kelainan yang tak dapat disembuhkan secara total. Namun autis merupakan suatu gangguan yang dapat diminimalisir efeknya. Mereka yang autis dan di berikan terapi bertujuan untuk menjadikan anak yang penderita autis, agar lebih mampu mandiri untuk dirinya sendiri, hingga bahkan berkarya.

Berikut ini adalah Jenis Terapi Untuk Penderita Autisme

  1. ABA

Jenis Terapi Untuk Penderita Autisme yang pertama adalah ABA. ABA atau yang dapat disebut sebagai Applied Behavioral Analysis, merupakan suatu jenis terapi yang sudah lama di gunakan. Di dalam Applied Behavioral Analysis sendiri memiliki sebuah struktur yang dapat melihat perilaku seseorang. Dimana yang terlihat nantinya adalah, apa yang menyebabkan mereka memiliki perilaku yang demikian dan juga bagaimana caranya untuk membentuk ataupun menghilangkan perilaku yang demikian.

  1. Wicara

Menggunakan terapi wicara mungkin adalah hal yang umum terjadi pada mereka yang memiliki keterbatasan dalam berinteraksi. Namun hampir mayoritas dari para penderita gangguan Autisme ini, berbicara adalah salah satu hal yang sulit dilakukan. Di satu sisi, ada pula para penderita autisme yang memiliki kemampuan dalam berkomunikasi bahkan tergolong cukup baik, namun ia tak mampu untuk menggunakannya dalam precakapan. Sehingga, dengan menggunakan terapi ini penderita autism dapat dilatih agar memiliki kemampuan dalam berinteraksi.

  1. Okupasi

Terapi okupasi ini memiliki tujuan dalam melatih kemampuan menggunakan otot – otot halus dengan baik. Hal ini dikarenakan para penderita autism memiliki keterlambatan di dalam hal perkembangan motorik halusnya. Bagian Selanjutnya

  1. Fisik

Selain daripada terapi motorik halus, jenis terapi untuk penderita autism selanjutnya adalah terapi fisik. Banyak para penderita autism mengalami sebuah gangguan alam perkembangan motoric kasarnya. Terapi fisik dan juga terapi integrasi ini memiliki kegunaan dalam hal penguatan otot dan juga memperbaiki keseimbangan di dalam tubuh para penderita autism.

  1. Sosial

Autisme dapat menyebabkan sulitnya kemampuan para penderita dalam hal berinteraksi dan sosialisasi. Oleh sebab itlah, terapi sosial dapat dilakukan, dikarenakan dapat membantunya dalam membiasakan penderita bersosialisasi dengan baik. Contoh sederhana yang dapat dilakukan dalam terapi sosial ini adalah berkenalan dan juga bercakap-cakap dengan temannya.

  1. Bermain

Sebenarnya hasil yang paling nyata dari terapi bermain masih sulit untuk di ketahui. Namun beberapa ilmuan telah menyatakan bahwa pasien autis menunjukkan peningkatan dalam hal interaksi, komunikasi, dan juga lain sebagainya setelah melakukan terapi.

  1. Perkembangan

Terapi perkembangan ini mempelajari sebuah minat, kekuatan, dan juga tingkat perkembangan dari penderita. Setelah hal tersebut di lakukan maka selanjutnya adalah fokus pada peningkatan kemampuan emosional, sosial dan juga intelektualnya.

  1. Visual

Banyak dari para penderita autism ini lebih mudah dalam hal berpikir secara visual, sehingga pembelajaran dengan cara menggunakan media gambar akan lebih efektif untuk dilakukan. Selain itu dapat pula terapi ini menggunakan media melalui video gams, video modeling, dan juga jenis jenis dari media visual lainnya.

  1. Perilaku

Penderita autism terkadang berperilaku di luar kewajaran dari umumnya. Di sinilah terapi perilaku bertujuan dalam hal untuk mengetahui secara mendalam perilaku dari penderita autis itu sendiri, lalu kemudian mencari daripada solusi dan juga memperbaiki perilaku tersebut.

  1. Biomedik

Jenis terapi untuk penderita autism yang terakhir adalah terapi Biomedik. Dalam terapi ini, diharapkan fungsi – fungsi dari susunan saraf pusat dapat bekerja lebih baik di bandingkan sebelum melakukan terapi, sehingga gejala dari autism berkurang atau bahkan menghilang.

Itulah beberapa hal yang dapat kita ketahui jenis terapi untuk penderita autisme yang dapat kita ketahui. Untuk pengembangan lebih lanjut, tetap simak ulasan-ulasan selanjutnya di psikoma.com, media psikologi terlengkap dan terupdate masa kini. By: Muhamad Fadhol Tamimy